Krisna Patra: Tingkatkan Kesadaran Manusia terhadap Sampah Plastik

Meningkatkan kesadaran manusia terhadap sampah plastik dan keadaan lingkungannya bisa dilakukan dengan cara yang kreatif, yaitu dengan melihat sisi lain dari sampah plastik. Trash Stock merupakan event yang ditujukan untuk hal tersebut, dengan mengusung tag line “Musik, Artistik, Plastik”, Trash Stock akan memberikan inspirasi mengenai sisi lain sampah plastik yang memiliki nilai seni, nilai jual dan manfaat jika dikelola dengan kreatif.

I Nyoman Krisna Patra atau yang lebih dikenal dengan nama Krisna The Mangrooves, adalah salah satu musisi yang memiliki perhatian lebih terhadap lingkungan. Lelaki kelahiran tahun 1992 ini, merupakan bagian dari band The Mangrooves yang sering mengangkat isu lingkungan kedalam lagu-lagu yang mereka buat. Simak perbincangan kami denga The Mangrooves berikut ini,

Apa kesibukan Krishna saat ini?

 Bermusik, ngajar dan main musik, juga mengadakan open mic (menyediakan kesempatan untuk musisi siapapun untuk jamming bareng). Saya ingin menyatukan passion, work, dan spiritualisme. Dimana aku  mengerjakan kegiatan spiritual dengan passion aku (musik). Selain itu juga bantu-bantu di warung kakakku di warung anapurna. He’s own it, tapi dari sisi musik dan sound system aku bantu-bantu.

Coba ceritakan dong lagu tentang plastik yang kamu ciptakan!

 Lagu itu sebenarnya lagu aku bersama The Mangrooves. Saat itu aku sedang naik motor di suatu daerah di Denpasar yang ada kalinya dan sangat terpolusi mampet dan bau. Di dekat kali itu ada penjual es dawet dan kami duduk di sana sambil minum es dawet dan berbicara tentang sampah, saat itu hari senin aku inget banget. Terus aku lihat para pembeli es dawet membuang gelas plastik es dawet itu ke sungai yang sudah terpolusi tadi. Aku sangat kaget, sudah kelihatan kotor, masak dikotorin lagi. Jadi, aku pulang dan keluar aja mungkin dari hasrat dan kemarahan juga karena agak emosi sedikit. Lagunya itu lagu blues, yang biasanya memang tentang meluapkan emosi.

Lingkungan di Bali saat ini menurut kamu seperti apa?

Hal ini yang sedang aku bicarakan dengan teman-temanku belakangan ini, hot topic. Dan bingung juga sih, bali itu sebenarnya central point yang sangat indah. Gak cuma dikit, indahnya banget banget. Tapi dalam kecepatan kita membakar sampah dan membuang sampah dan how fast the plastic wastes coming into the island kita belum bisa memproses itu dan pulau kita kecil banget dan ada banyak orang.

Permasalahan utamanya di manajemen sampahnya ya?

Terutamanya sih itu, jadi di luarnya Bali itu indah tapi bila dilihat dibelakang layar wah, sedih banget. Itu jorok banget.

Band The Mangrooves sendiri itu memang fokus pada isu lingkungan ya?

Ya bisa dibilang begitu, basicnya sih Tri Hita Karana. Jadi menyatu dengan lingkungan, menyatu dengan manusia dan dengan alam semesta. Dan, aku rasa semua itu kita hanya cermin untuk alam lingkungan sama saja ketika kita mengotori alam lingkungan sama seperti kita mengotori diri sendiri tidak ada perpisahan dari itu

Harapan untuk Bali kedepannya?

Bali bisa balik seperti kita dulu. Aku tidak tahu bali dulu seperti apa, tapi aku lahir tahun 1992 . Tapi setauku waktu itu berenang di pantai air itu indah dan bayak ada ikan-ikan, dan melihat foto bali jaman dulu itu masih menyatu dengan alam  that’s like we’re missing aku bikin go back to that.

Kenapa tertarik untuk berpartisipasi di Trash Stock?

Aku rasa TrashStock bisa influence banyak orang secara spositif. Karena sampah merupakan issue menonjol di Bali dan perlu support.

Comments

comments

Yoga Sumantara
Berbagi dimulai dari keikhlasan, jangan jadi orang lain tapi jadi lebih baik dari orang lain, penggemar mie-miean, Love SERINGAI dan sejenisnya lagi sibuk belajar out of the box