Mengenal Maestro Dongeng Bali, Made Taro

made taro

Kalau maestro patung ada Nyoman Nuarta sedangkan maestro dongeng ada Made Taro. Sosoknya yang sangat melekat dengan cerita-cerita mengenai dunia anak hingga permainan tradisional Bali ini mendedikasikan hidupnya untuk berkarya di dunia menulis. Mari kita cari tahu dedikasi dan sosoknya di bawah ini.

Siapa disini yang pernah baca salah satu karyanya? |Source: https://www.tokopedia.com/bhaktilata-store/

Berfokus Mengenalkan dan Mengajarkan Bagaimana Caranya Mengasihi Alam

Buku sebagai jendela dunia |Source: https://www.nusabali.com/

Bernama asli Ketut Nesa (kemudian diubah menjadi Made Taro), pria kelahiran tahun 1940 di Denpasar ini terkenal akan sosoknya yang menulis cerita dan tertuju pada dunia anak. Cerita-cerita yang dibuatnya tak jauh-jauh dari dongeng dengan paduan kata yang sederhana namun mampu menyentuh hati pembacanya.

Tak hanya menulis, di usianya yang tak lagi muda Made Taro masih aktif bercerita alias mendongeng (menggunakan Bahasa Bali, Indonesia hingga Inggris) dan bermain dengan anak-anak, bermain alat musik tradisional hingga bernyanyi. Semua yang dilakukannya ini erat kaitannya dengan hubungan alam dan manusia. Jadi, sembari mendongeng, Made Taro akan berfokus untuk mengenalkan alam dan mengajarkan bagaimana caranya mengasihi tempat yang kita tinggali ini.

Baca juga:  Serunya Acara Fixed Sunday
Loading...

Bangun Sanggar dan Masih Aktif Berkarya

Salah satu karyanya |Source: https://www.goodreads.com/

Made Taro sudah aktif berkarya sejak tahun 1979. Di tahun yang sama, ia mendirikan Sanggar dan Teater Kukuruyuk guna dijadikan ruang interaksi serta mempertahankan budaya dan tradisi (sastra) lisan ke generasi selanjutnya. Yang paling menginspirasi dirinya adalah sosok ayahnya, Pekak Mangku. Sejak kecil, dirinya sering didongengkan oleh ayahnya sehingga guna mengenang dan menghargainya, Made Taro menulis buku dengan judul ‘Dongeng-dongeng Pekak Mangku’.

Hingga saat ini Made Taro masih aktif berkarya di usianya yang sudah senja ditemani putranya, Made Tarmada dan cucu laki-lakinya. Karya-karyanya pun kini mulai masuk ke dunia digitalisasi. Jadi, penggemar cerita rakyat bisa menikmati karyanya di aplikasi seperti Zlib, iPusnas dan lainnya.

Baca juga:  Penting! Alasan Bisnis Startup Jadi Peluang Bisnis Menjanjikan Di 2018

Di usianya yang tak lagi muda, Made Taro mendedikasikan hidupnya untuk menulis, memperkenalkan permainan tradisional hingga mengajarkan hubungan antara alam dan manusia. Sebagai generasi muda, sudah sepatutnya kita meneruskan semangatnya dalam berkarya pada bidang yang ditekuni.

Comments

comments