Lakukan Caru Panca Sata agar Hidup Kamu Selalu Harmonis

1559
views
panca sata

Umat Hindu di Bali udah pasti mengenal yang namanya konsep persembahan yang tulus ikhlas bernama yadnya. Sebelunya Mz udah bahas nih tentang konsep Yadnya Sesa, bisa baca artikelnya di:
Mebanten Saiban, Katanya Dosa Kamu Bisa Diampuni

Kali ini ga jauh juga pembahasannya soal yadnya, salah satu pelaksanaan yadnya di Bali adalah “Caru”. Jenis Caru yang Mz bahas kali ini adalah Caru Panca Sata. Berdasarkan jurnal penelitian yang ditulis oleh I Made Arista yang berjudul “Caru Panca Sata Simbol Keharmonisan Manusia Dengan Kosmos” Caru Panca Sata adalah suatu bentuk persembahan yang terbuat dari lima jenis ayam, disembelih dan diolah menjadi simbol-simbol berupa jenis-jenis makanan khas Bali untuk menjamu Bhuta Kala supaya harmonis.

Dapat dikatakan Caru Panca Sata merupakan makanan atau sebagai perjamuan terhadap para Bhuta dan Kala berjumlah lima yang berada pada posisi Timur, Selatan, Barat, Utara dan Tengah. Ajaran agama Hindu yang mendasari tata pelaksanaan macaru adalah konsep krodha “marah” dan (menjadi) somya “ruatan”. Meruat dari sifat yang destruktif menjadi yang konstruktif, dari yang merusak menjadi harmonis, dari sekala ke niskala, dari kemarahan menjadi kedamaian.

panca sata
Carunya Bali nih | Sumber gambar: instagram.com

Bentuk Caru Panca Sata

panca sata
Keren ya ajaran leluhur sebelumnya | Sumber gambar: kalenderbali.com

Bahan bahan dalam caru ini biasanya, terdiri dari lima jenis/warna ayam yang disembelih (putih, biying, putih syungan, hitam dan brumbun), bayang-bayang/layang-layang “kulit, bulu, kepala, kaki dan sayap tetap utuh melekat pada kulit”.

Darah ayam yang disembelih itu dipakai untuk melengkapi tetandingan dan sebagai campuran urab barak. Masing-masing daging ayam diolah menjadi sate lembat ususnya diolah menjadi sate asem dan serapah, dan ga lupa juga urab barak, urab putih, sayur, garam, balung

Jumlah sate dan bayuhan dari masing-masing ayam ditentukan dengan urip/neptu (hitungan angka mistis berdasarkan arah mata angin), seperti: (1) Ayam putih dengan urip 5, arah Timur; (2) ayam biying ‘merah’ urip 9, arah Selatan; (3) ayam putih siyungan urip 7, arah Barat; (4) ayam hitam urip 4, arah Utara dan (5) ayam brumbun urip 8, arah Tengah (lihat pula dalam tabel di bawah).

Bayang-bayang ditata dan dibentangkan di atas sengkui, di lengkapi dengan sorohan banten caru, tumpeng dan nasi menurut warna, urip masing- masing ayam atau arah mata angin. Masing-masing dilengkapi dengan sanggah cucuk, diatasnya diletakkan banten dananan. Tetabuhan (arak, berem dan air) dimasukkan dalam cambeng. Masing-masing jenis ayam dilengkapi dengan sanggah cucuk.

Fungsi dan Makna Caru Panca Sata

panca sata
Biar jadi Hindu tulen

Kalo dilihat dari fungsinya dibagi menjadi 2 fungsi, yaitu secara sekala dan niskala. Secara sekala, yaitu berfungsi menyeimbangkan kelima unsur yang ada di bumi, kayak Apah (air), Teja (api), Bayu (angin), Akasa (langit), dan Prthiwi (tanah).

Sedangkan dilihat dari fungsi niskala-nya caru ini berfungsi untuk menjamu para Bhuta Kala sesuai dengan arah mata anginnya gitu dan juga sebagai media keseimbangan antara manusia dan Bhuta Kala itu sendiri.

Nah, dari segi maknanya udah pasti ingin menciptakan suatu keharmonisan antara kehidupan manusia dengan alam semesta, yaitu mengasihi segala makhluk yang bersifat gaib. Disamping itu juga sebagai wujud rasa bakti kehadapan Tuhan Yang Maha Esa dan sebagai penyeimbang pelestarian unsur terpenting pada alam, seperti tanah, air, energi alam, udara, dan tata ruang.

panca sata
Jangan lupa beryadnya

Jadi, kamu harus tahu kalo umat Hindu itu emang diajarin buat ga benci salah satu sisi, tapi lebih kepada bagaimana mengajarkan kamu untuk saling menjaga keseimbangan alam semesta beserta isinya. so wonderful!

Informasi Bali kali ini membahas tentang makna dan fungsi dari Caru Panca Sata. Caru Panca Sata ini sebenarnya sebuh…..

 

Comments

comments