Yuk, Cari Tahu Sistem Kasta Bali Dibalik Nama Orang-Orang Bali

Siapa sih yang nggak kenal Dita Karang? Cewek Indonesia campuran Yogya-Bali yang sekarang sudah menjadi member girl group K-Pop Secret Number. Walaupun sudah berkali-kali ditolak untuk masuk girl group ini itu, sekarang ia sudah membuktikan bahwa dirinya layak diperhitungkan di industri musik dan dance. Btw, sudah tahu nama lengkapnya? Anak Agung Ayu Puspa Aditya Karang, dengar ada nama Anak Agung-nya sudah berasa Balinya ya. Biar nggak cuma tahu Anak Agung saja, yuk kita cari tahu kasta Bali yang lainnya.

Siapa disini yang nge-fans sama Dita? |Source: https://www.liputan6.com/

Brahmana, Sistem Kasta Tertinggi di Bali

Di Bali, masih sangat kental dengan istilah Sistem Kasta. Untuk tahu orang Bali masuk kasta yang mana sangat mudah menebaknya, lihat dari nama depannya saja udah kelihatan. Kadang kalau ada yang terlalu fanatik dengan kasta, ini akan menjadi masalah yang rumit. Beneran!

Kasta Brahmana disebut juga golongan rohaniawan atau pemuka agama seperti pendeta, pedanda dan keluarganya. Kalau tempat tinggal kita ‘kan namanya rumah, teruntuk Kasta Brahmana namanya griya.

Kasta Bali Brahmana
Pendeta yang tengah memberi tirta |Source: http://www.pasramanganesha.sch.id/

Awalan nama untuk keturunan Brahmana itu ada Ida Bagus (untuk cowok) dan Ida Ayu yang kadang disingkat Dayu (untuk cewek). Kalau dulu kebanyakan orang menganggap keturunan Brahmana sudah pasti akan jadi pemuka agama, sekarang sih sudah nggak lagi. Ya, mereka bisa melakukan atau kerja sesuai yang mereka mau dan banyak juga yang sudah nggak tinggal di griya lagi.

Keluarga Raja dan Para Bangsawan Termasuk Dalam Kasta Ksatria

Kasta Bali Ksatria
Nanti keturunannya otomatis jadi kasta ksatria |Source: http://www.balisaja.com

Untuk keturunan raja-raja Bali secara otomatis mereka bakal jadi penerus Kasta Ksatria, nggak cuma raja ada juga seperti menteri, bupati, pokoknya yang pernah menjabat di bidang pemerintahan. Tempat tinggal mereka dinamakan puri. Sama juga seperti penerus Brahmana, ada yang tinggal di tempat leluhur mereka dan ada juga yang diluar tempat itu.

Yang punya nama depan Anak Agung (kadang disingkat Gung), Cokorda (disingkat Cok), Desak (khusus perempuan), Dewa (untuk laki-laki) dan Dewa Ayu (untuk perempuan) termasuk Kasta Ksatria. Jadi sudah tahu ‘kan kalau mereka ini keturunan para pejabat Bali di masa lalu.

Kasta Bali Raja
Sudah lama sekali ya |Source: https://sejarahbali.wordpress.com

Leluhur mereka dulu pernah berjuang dan sangat berjasa untuk tumbuh kembangnya Bali. Tapi walaupun mereka keturunan para pejabat di masa lalu, nggak semua keturunannya berprofesi yang sama. Jadi sudah mulai kerja dan berkarya sesuai passion-nya masing-masing sekarang.

Kasta Waisya yang Identik dengan Pedagang dan Pebisnis

Dulu yang termasuk Kasta Waisya adalah yang bekerja di perniagaan alias pedagang dan pebisnis. Yang punya usaha atau pintar menjualkan barang sudah menjadi hal yang paling menonjol dari mereka.

Baca juga:  Dari Iseng Sampek Nagih, Icha Wulandari Buktikan Jualan Via Online Nggak Kalah Sukses
Loading...

Karena keahlian mereka yang bisa jualan, menghitung, mengelola aset dan tekun makanya mereka punya kewajiban untuk memenuhi kebutuhan Kasta Brahmana dan Ksatria. Ada juga istilah Tri Wangsa yang maksudnya adalah tiga kasta tadi saling bahu membahu menciptakan kemakmuran rakyat lewat profesi mereka. Semacam menjadi pilarnya.

Ya kira-kira tahun 1960-an |Source: https://id.pinterest.com

Katanya nama depan untuk mereka yang masuk Kasta Waisya adalah Ngakan, Kompyang, Sang dan Si. Cuma entah bagaimana ceritanya, nama-nama tadi sudah nggak dipakai lagi. Katanya gara-gara asimilasi dengan Kasta Sudra. Kalau sekarang Mz cuma sering dengar nama depan orang bali Sang saja.

Sekarang kita nggak bisa memastikan kalau pedagang atau pebisnis itu Kasta Waisya, soalnya zaman ‘kan sudah berubah jadi nggak melulu soal dagang dan bisnis, bahkan sekarang keturunan-keturunan mereka sudah ada yang jadi pejabat dan profesi lainnya.

Kasta Sudra, yang Membantu Kewajiban Tri Wangsa Terpenuhi

Yang terakhir ada Kasta Sudra. Sama kayak Kasta Waisya yang punya kewajiban untuk membantu Kasta Brahmana dan Ksatria. Kasta Sudra juga punya tanggung jawab untuk membantu terpenuhinya kewajiban Tri Wangsa. Walaupun profesi mereka nggak se-elit tiga kasta tadi, tapi mereka juga punya pengaruh yang besar seperti petani, nelayan, penjaga, tukang dan lainnya.

Baca juga:  Ular Suci Penjaga Pura Tanah Lot Yang Dulunya Adalah Selendang Milik Dang Hyang Nirartha

Coba bayangin, kalau nggak ada petani nggak akan ada beras ‘kan. Gimana coba mau makan nasi? Terus kalau griya atau puri zaman dulu nggak ada penjaganya habis itu ada orang-orang jahat mau menyelakai raja atau pejabat lainnya, yang akan meneruskan tanggung jawab mereka siapa? Nggak ada istilahnya saling merendahkan ya, kita hidup berdampingan jadi harus saling menghargai dan membantu.

Kasta Bali Sudra Petani
Ketika masa panen |Source: https://id.pinterest.com

“Kalau anaknya lebih dari 4 gimana, Mz?” Oh kalau itu, balik saja ke nama anak pertama. Contohnya untuk anak kelima bisa diberi nama depan Putu, Wayan atau Gede, anak keenam bisa Kadek atau Made, anak ketujuh bisa Komang atau Nyoman dan terakhir bisa Ketut. Anaknya lebih lagi dari itu? Ya, diteruskan sendiri saja. Kalau untuk Kasta Brahmana nama depannya akan ditambahkan urutan kelahiran dan nama belakangnya, contohnya seperti Ida Ayu Made Setyawati atau Ida Bagus Putu Wardana.

Kasta Bali Sudra
The real foto candid |Source: https://www.pinterest.co.uk

Maksud fanatik kasta yang Mz bilang tadi adalah dilarangnya Kasta Brahmana menikah dengan kasta dibawahnya. Nanti akan nyerod, itu adalah semacam turunnya kasta mengikuti kasta si pasangan. Beda cerita kalau dia nikah sama kastanya lebih tinggi, ya kastanya juga akan ikutan naik. Makanya masih banyak orang Bali yang mempertimbangkan untuk menikah beda kasta, tapi kalau keluarganya saling menerima akan fine-fine saja.

Segitu dulu ya, semoga bermanfaat. Ternyata Bali sudah beautiful dari dulu, dimulai dari budaya sampai orang-orangnya. Cuma gara-gara modernisasi sudah banyak yang berubah, namanya juga perkembangan zaman. Kalau kamu lebih suka Bali tempo doeloe atau tempo sekarang?

Comments

comments