Upacara Nangluk Merana Setahun Sekali Ada, Karena Begini Tujuannya

Orang Bali masih percaya tradisi leluhur mereka dalam upaya menolak berbagai pengaruh negatif di bumi. Negatif dan positif akan selalu ada dan tetap ada, cuman bagaimana kamu sekarang tetap bisa menghalau energi negatif itu dengan beberapa cara unik lewat berbagai upacara-upacara di Bali.

Salah satu upacara yang digunakan sebagai penolak Bala di Desa Adat Kuta, Bali adalah Nangluk Merana.

Perubahan kondisi cuaca dari musim hujan ke musim panas atau Pancaroba emang selalu muncul berbagai penyakit akibat perubahan kondisi yang amat drastis. Makanya saat pergantian musim ini makanya masyarakat Kuta melakukan kegiatan upacara ini.

Upacara Nangluk Merana diadakan setiap setahun sekali, di mana upacara ini sebagai media untuk membersihkan Bhuana Agung dan Bhuana Alit, agar tetap terjaga dan selalu menganugerahkan keselamatan.

Aura magis memang selalu kerasa ketika prosesi upacara ini berlangsung. Berdasarkan Kalender Bali saat upacara berlangsung ada saja orang yang kesurupan gitu, tapi ini semua demi mendapatkan petunjuk dari Yang Maha Kuasa.

Baca juga:  Mantap Djiwa, Babi Guling Super Enak Ini Bisa Kamu Temui di Denpasar!

Nangluk Merana sebagai wujud bakti masyarakat

nangluk merana
Semoga tetap Ajeg dan Rahayu

Sampai saat ini masyarakat Kuta mempercayai kalau upacara ini harus dilaksanakan. Para Sasuhunan tedun untuk mesolah sebagai cara mengucapak rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam manifestasinya sebagai Sasuhuan Desa.

Setelah upacara ini selesai, biasanya warga masyarakat akan diperciki tirta agar tetap mendapatkan keselamatan dan selalu terhindar dari bala atau berbagai penyakit. Unik bukan? Pastinya juga bisa menjadi referensi kamu untuk mengenal lebih dalam lagi mengenai tradisi unik di Bali.

Sangat rumit dijelaskan dengan kata-kata atau barisan kalimat seperti ini. Sebuah warisan yang amat kental dengan bau magis ini tetap melekat dipikiran dan hati masyarakat Bali. Anak muda Bali harus bisa tetap melestarikannya, meskipun kejamnya gaya Era Globalisasi, tetap tunjukan rasa bakti kamu terhadap Tuhan atau Ida Sang Hyang Widhi dengan cara tetap menjaga lingkungan lewat berbagai tradisi di Bali.

Baca juga:  Upacara 3 Bulanan, Modal Bayi menjadi Manusia Normal

Jadi tidak cuman nangluk Merana aja kok, masih banyak versi untuk menolak berbagai bala di Bali sesuai dengan kepercayaan orang Bali tiap Desa. Pastinya masih banyak tradisi unik di Bali yang bikin kamu kepo saat liburan di Bali, Pastinya!

Comments

comments

Yoga Sumantara
Berbagi dimulai dari keikhlasan, jangan jadi orang lain tapi jadi lebih baik dari orang lain, penggemar mie-miean, Love SERINGAI dan sejenisnya lagi sibuk belajar out of the box