Tradisi Kebo Dongol Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda

tradisi kebo

Pada tanggal 4 Maret 2022, sehari setelah Nyepi alias Ngembak Geni menjadi momen membahagiakan nih dimana dua tradisi dari Kabupaten Badung resmi menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Ada sertifikatnya dong sebagai bukti. Tapi kalian sudah tahu nggak nih tentang Tradisi Kebo Dongol?

Ada yang pernah kesini? |Source: https://www.facebook.com/info.kapal.official

Tradisi Kebo Dongol, Tradisi yang Kayak Gimana Sih?

Tradisi yang satu ini diadakan setiap 6 bulan sekali saat piodalan yang jatuh pada Buda (Rabu) Wage Langkir di Pura Kahyangan Jagat Dhalem Bangun Sakti yang terletak di Banjar Basang Tamiang, Desa Adat Kapal, Mengwi-Badung.

Sesuai namanya, tradisi ini melibatkan adonan ketan yang dibentuk sedemikian rupa menjadi kebo atau kerbau. Pembuatannya ini hanya melibatkan pemangku pura, jadi yang lain kalaupun mau bantu nggak boleh ikutan. Nanti kalau sudah berbentuk kebo, ini akan ditancapi bunga kembang sepatu dan penyangga yang terbuat dari tebu. Apakah hanya itu saja? Oh tidak. Ini juga dilengkapi bahan-bahan untuk nginang seperti daun sirih, pamor atau kapur, gambir, tembakau dan pastinya buah pinang. Adapun tujuan dari prosesi tradisi adalah menghaturkan sembah bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan manifestasinya Sang Hyang Siwa Sagara.

Bersamaan dengan Tradisi Siat Yeh, Keduanya Resmi Jadi Warisan Tak Benda

TIME TO WAAAAAR! |Source: https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/

Nggak hanya Tradisi Dongol, Tradisi Siat Yeh yang berasal dari Jimbaran-Badung pun juga ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Jadi, total ada dua nih tradisi daerah dari Badung yang masuk WBTB.

Baca juga:  Public Figure yang Berdarah Bali, Salah Satunya Pemain Layangan Putus Lho!
Loading...

“Bentar, Mz. Warisan Budaya Tak Benda itu apa sih?”

MZ jelasin secara singkat yak. WBTB adalah warisan budaya yang dimana bentuknya bukan benda melainkan praktik yang melibatkan instrumen dan objek, contohnya kayak tradisi adat istiadat dan tari-tarian yang ada di Bali. Untuk bisa diakui, harus diusulin dulu sama pemerintah daerah untuk tingkat nasional. Nah, abis itu penominasiannya ini bakal diusulin oleh komunitas adat dan pemerintah daerah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk diajuin ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Kabar baik banget ya, Mz senang dengarnya. Dengan ini membuktikan kalau tradisi kita itu nggak hanya sekedar upacara kegamaan untuk menunjukkan rasa bhakti dan terima kasih ke Ida Sang Hyang Widhi Wasa tapi menjadi warisan yang bisa dilestarikan dan dibanggakan.

Comments

comments

Hinda Nova
Thanks for being here. Keep doing awesome and see you again!