Tipat Bantal yang Tidak BIsa Dilewatkan Saat Pernikahan Di Bali

460
views
tipat bantal

Saat mempelai pria datang untuk meminang si wanita, pasti membawa sebuah banten spesial bernama banten Tipat Bantal. Tradisi ini merupakan salah satu bagian dari Mejauman dalam pernikahan umat Hindu di Bali.

Ini uniknya nih sebuah seserahan dalam bentuk Tipat Bantal yang terbuat dariĀ campuran ketan, beras, parutan kelapa, gula pasir serta garam dibungkus dengan janur berbentuk bulat panjang lengkap dengan berbagai sarana upacara lainnya.

Mulailah saat itu proses meminang sang mempelai wanita oleh perwakilan dari keluarga besar pria, serta nggak luput juga ada dari kelian dinas atau kepala lingkungan Banjar setempat yang hadir sebagai saksi, kalau mempelai wanita akan segera meninggalkan tempat tinggalnya.

Nggak cuma itu aja, mempelai wanita juga akan pamitan kepada para leluhurnya dengan cara melakukan persembahyangan terakhir di Sanggah atau Merajan mempelai wanita yang ditemani oleh mempelai pria.

Baca juga:  Selain Babi Guling yang Banyak, Gini Menariknya Tradisi Usaba Sumbu

Tipat Bantal dan prosesi Mejauman yang begitu sakral

tipat bantal
Inget bawa tipat bantal ke rumah cewekmu

Kenapa tradisi Mejauman ini begitu sakral? Karena tradisi ini adalah salah satu penyambung hubungan antara keluarga mempelai wanita dan pria. Makanya, setelah menikah akan ada istilah ipar dan mertua.

Tipat Bantal inilah sebagai simbolis penyambung antara kedua keluarga mempelai pria dan wanita. Meskipun si wanita sudah pamitan kepada keluarga lamanya dan sekarang menjadi bagian dari keluarga baru si mempelai pria, tetap boleh kok si wanita sewaktu-waktu pulang dan melepas kangen bertemu dengan keluarga lamanya.

Wajar dong kangen, namanya juga hubungan keluarga. Biasanya sih ketemunya saat momen-momen perayaan hari besar di Bali, seperti salah satunya Hari Raya Galungan yang jatuh setiap 6 bulan sekali dalam satu tahun. Saat itulah si wanita bisa sepuas-puasnya ngobrol seru dengan keluarga lamanya lagi.

Baca juga:  Jangan Pernah Anggap Remeh kemampuan Rerajahan Bali Kuno

Kalau pasĀ weekend gimana? Boleh-boleh ajalah, asalkan tetap utamakan keluarga baru kamu dan jangan sampai bapernya kelamaan di rumah. Namanya juga nikah, jadi si wanita sudah tidak memiliki kepentingan penting di rumah lamanya.

Comments

comments