Tidak Elok Kalau Tidak Tahu Kerajaan Ubud yang Tetap Berjaya

200
views
kerajaan ubud

Bagi sebagaian orang akan merasa awam mendengar sebuah kepemerintahan dan kekuasaan kalangan kerajaan. Namun, di Bali sendiri nuansa kerjaan sampai sekarang masih tersisa, walaupun tidak se-hype saat tahun-tahun sebelum masehi. Jika menyebut kerajaan, sudah pasti sepintas yang ada dipikiran kamu adalah Majapahit. Benar, kerajaan ini adalah kerajaan paling dikenal dan terbesar di Indonesia, tetapi sekarang sudah tinggal kenangan.

Tetapi kalau kamu ke Bali, bukan Majapahit yang paling dikenal, tetapi dua kerajaan penting di Bali yang sampai saat ini masih banyak mengakui keberadaannya. Yup! Pemecutan dan Ubud merupakan kerajaan Bali yang sampai saat ini memiliki penerus keturunan raja dan biasanya keturunan raja tajir-tajir semua.

Fakta lainnya sih, kalau darah keturunan raja, pastinya cantik dan ganteng, serta memiliki wibawa layaknya seorang raja. Tapi kali ini sih Mz cuman mau bahas kerajaan Ubud aja ya, soalnya dibalik terkenalnya daerah Ubud, Bali ternyata banyaknya peran-peran dari para keturunan kerajaan Puri Ubud ini. Bukannya mereka cuman memerintah doang? Jangan salah paham, di sinilah uniknya di Ubud yang wajib banget kamu ketahui.

Ubud yang kamu kenal sekarang ini dengan segudang kenyamanan dan berbagai keindahan alamnya, ternyata ada beberapa peran di masa lalu dari para pengusa-penguasa daerah Ubud. Sebuah konsistensi yang tetap ajeg di Ubud hingga sekarang dan terus dikembangkan tanpa melupakan aspek kearifan lokal Bali sendiri. Ngomong apa sih, kok belum jelas? Nah, kalau kamu masih bingung, saatnya Mz ceritakan perlahan-lahan deh.

Kemegahan dibalik sejarah Kerajaan Ubud

kerajaan ubud
Mantep banget arsitekturnya | Sumber gambar: ubudtour

Puri Ubud dibangun oleh Tjokorda Ida Putu Kandel pada masa pemerintahannya tahun 1800-1823 Masehi. Udah pasti konsep bangunannya klasik dan bernilai seni tinggi. Bukan sekedar klasik aja, melainkan Puri Ubud dimanfaatkan sebagai tempat pelestarian budaya. Bagi yang belum pernah kesana, silahkan mampir ke Ubud ya, Mz udah kasih alamatnya di bawah ini.

Baca juga:  Gelang Tri Datu: Gelang Anugerah Tuhan yang Paling Hebat

Banyak koleksi perabotan rumah tangga hingga berbagai pernak-pernik yang menghiasi Puri Ubud memiliki nilai seni yang tidak tergantikan. Mengapa Puri ini sangat indah, karena sebuah pakem konsep arsitektur seni Bali yang sudah pasti memiliki ciri khas yang rumit pada ukiran, serta selalu memperhitungkan pembangunan berdasarkan kosala-kosali atau tata cara penempatan bangunan di Bali.

Puri ini bisa dikatakan tetap berjaya hingga sekarang, meskipun sistem pemerintahan Indonesia sudah berganti menjadi Demokrasi. Kenapa bisa bilang begitu? Masyarakat adat Ubud masih tetap menghormati dan segan terhadap Puri Ubud sendiri. Contohnya sih gampang banget kamu lihat saat prosesi ngaben yang tidak biasa di Ubud.

Bagi yang udah nonton, Mz jamin sampai sekarang masih takjub melihat bagaimana megahnya prosesi Ngaben di Ubud. Terlihat seluruh masyarakat di Desa Ubud bergerak ikut ngayah dengan penuh semangat mengiringi Bade yang tingginya kebangetan. Ini salah satu bukti kalau di bali masih ada tradisi untuk tetap mengabdi kepada keluarga kerajaan.

Peran Tjokorda Gde Agung Sukawati untuk Ubud tercinta

kerajaan ubud
Rajaku yang paling disayangi masyarakatnya | Sumber gambar: marketeers

Ubud yang sekarang juga berkat salah satu Raja tersohor dari Puri Ubud yang amat sangat berpengaruh juga terhadap peradaban di Bali. Tjokorda Gde Agung Sukawati (1910-1978), salah satu raja Ubud yang berjasa banget terhadap pembangunan daerah Ubud, di mana Beliau memiliki pemikiran jauh kedepan dibandingkan orang-orang pada zaman itu.

Apa Beliau dari masa depan ya? Tenang bukan raja masa depan kok, kalau dari masa depan palingan Beliau sudah bawa smartphone pada jamannya :D. Jangan heran dengan mantepnya pariwisata di Ubud ini, karena berkat Beliaulah pariwisata Ubud yang kamu kenal tetap lestari hingga sekarang.

Baca juga:  Hidup Boleh Kekinian, Tapi Minuman Asli Bali Ini Masih Tetap Populer

Jaman dulu emang terkenal dengan berbagai hukum adat yang sangat ketat dan kaku banget, seperti salah satu contohnya nikah beda kasta yang bisa bunuh kamu kalau sampai terjadi, tetapi Beliau orangnya terbuka dan tidak begitu kaku dengan bertemu sesuatu yang baru. Beliau malahan memberikan kesempatan dan saling berbagi dengan para seniman terkenal dunia, seperti Walter Spiece, Bonnet, Arie Smit, dan juga Antonio Blanco.

Dari keterbukaan ini, Beliau mampu melahirkan seniman-seniman terkenal di Bali yang terus berkembang dalam bidang lukisan. Tidak cuman itu ternyata, Beliau juga adalah satu-satunya raja yang memberikan kesempatan para wisatawan untuk berkunjung dan menginap di Puri Ubud. Kamu tahu sendiri kan cuman darah keturunan raja aja yang boleh menginap di Puri Ubud.

Ini membuktikankalau pemikiran Beliau memang sangat terbuka dan seharusnya seperti ini menjadi masyarakat Bali yang ramah akan wisatawan yang berkunjung. Gimana sekarang pandangan kamu sama Raja Ubud? Pastinya menjadi seorang raja tidak serta merta cuman mendapatkan pujian dan respect dari rakyatnya, tetapi cara untuk mendapatkan tersebut, tentunya harus seperti Tjokorda Gde Agung Sukawati yang bukan semata-mata bangga dengan jabatan seorang raja.

Dibalik jabatan tersebut, Beliau terus berusaha memajukan pariwisata Ubud dengan memfokuskannya pada kesenian Bali dan pemandangan alam Ubud yang sangat luar biasa. Begitulah mengapa Ubud tetap asri hingga kini, meskipun ditengah kemajuan Globalisasi yang begitu gila, Ubud tetap memperlihatkan keindahannya dengan sejuta pesona tradisi dan alam yang begitu asri.

Jangan lupa mampir ke Ubud ya!

Comments

comments