Pernah Diterapkan, Denpasar Kini Kembali Menerapkan PKM Selama 32 Hari

Udah pernah nih diterapkan PKM di Denpasar pas tahun 2020. Dulu sih ada dua tahap, ada yang pertama dan kedua. Kalau sekarang nggak tau deh, semoga sih nggak berlanjut lagi ya. Maksudnya kasus positif Covid-19 berakhir dan kita juga sehat-sehat aja. Iyak!

pernah diterapkan
Dicek dulu nih |Source: https://www.balipost.com/

Sebelumnya Sudah Pernah Diterapkan

Udah pernah nih diterapkan sebelumnya pas tahun 2020, tepatnya dari tanggal 15 Mei sampai 14 Juni 2020. Tapi itu baru tahap pertamanya, ini berlanjut ke tahap kedua dari tanggal 15 Juni 2020 sampek selesai (kalau nggak salah sampek akhir Juli). Ini masuk ke dalam Peraturan Wali Kota Denpasar Nomor 32 Tahun 2020. Waktu itu lumayan ketat peraturannya, kalau misalnya kita mau ke Denpasar tapi nggak punya surat keterangan nggak bakal dikasik masuk sama petugasnya.

pernah diterapkan
Kalau yang ini pas bulan Mei 2020 |Source: https://www.denpasarkota.go.id/

Awalnya sempet kurang efektif tuh karena bikin jalanan macet, sampek akhirnya dihadirin lebih banyak petugas biar waktu pengecekan kelengkapan surat berjalan cepat. Waktu itu juga ada 11 titik perbatasan yang dijaga, terus ada 2 shift. Shift pertama dijaga dari jam 07.00-15.00 Wita dan berlanjut ke shift kedua dari 15.00-22.00 Wita.

Kini PKM Direncanakan Berjalan Selama 32 Hari

Kembali diterapin, rencananya PKM (Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di Denpasar ini bakal berjalan selama 32 hari. Tepatnya dari tanggal 18 Januari ke tanggal 25 Januari kan, ternyata diperpanjang lagi guys sampek tanggal 18 Februari 2021.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by BALI_UNDERCOVER 🆔 (@jeg.bali)

Dengan gercep, Desa Adat Panjer bersama Kelurahan Panjer ngelakuin PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dengan lebih ketat. Jadi ini bakal berlangsung dari jam 08.00 sampek 22.00 Wita, iyak, setiap hari. Kalau pas tahun 2020 kan kayak berhentiin kendaraan terus dimintain surat keterangan, kalau sekarang kayaknya nggak deh guys. Lebih ke ngawasin per banjarnya terus dicek setiap mall, sekolah sampek pasarnya gitu. Jadinya yang dicek itu lebih ke penerapan protokol kesehatan masyarakat, udah bener apa nggak gitu lho.

Iya kita sebagai warga banjar dan Bali ikut-ikutin aja udah. Nggak usah aneh-aneh ya guys, ikutin aja setiap peraturannya. Kalau kita ditegur, yaudah diterima dan dilakuin aja. Kita ditegur kan juga buat kebaikan diri kita, biar kita nggak kenapa-kenapa kan. Inget selalu terapin protokol kesehatan, pastinya juga rajin olahraga, berdoa dan makan makanan yang sehat. Biar nggak cuman jasmani aja yang sehat, rohaninya juga. Moga makin kuat dah kita yak, ciao!

Comments

comments