Pencegahan Virus Corona? Pas Banget, Tradisi Ini Bisa Dilakukan Lho!

Waduuh, Virus Corona lagi menyebar parah nih. Kalian gapapa, kan? Mz denger-denger korban Virus Corona terus bertambah di Indonesia, ya moga aja kita sehat selalu yak! Oh ya, kebetulan Mz membawa berita bagus nih buat kamu para penghuni Bali. Kamu bisa mencegah penyebaran Virus Corona dengan nggak keluar dan diem di rumah seharian. Itu bisa kamu lakuin pada tanggal 25 Maret 2020, ya yang lain dan tak bukan itu adalah perayaan Hari Raya Nyepi. Pas banget nih bisa dilakuin pas genting-gentingnya masalah virus satu ini.

Peringatan Untuk Tidak Lupa Mengistirahatkan Diri Sejenak, Sekaligus Mencegah Virus Corona

Tau nggak kenapa Nyepi harus dilakukan? Ya, sebagai peringatan bahwa selama ini kita tuh terlalu sibuk, kita perlu berhenti sejenak dan beristirahat. Maka dari itu, Hari Raya Nyepi terus dilakukan setiap tahunnya dan bukan berarti kamu cuman bisa beristirahat saat Nyepi aja ya. Inget, kamu tuh manusia bukan robot!

virus corona
Namanya juga nyepi |Source: https://mediaindonesia.com/

Kata ‘Nyepi’ sendiri diambil dari kata ‘sepi’ yang berarti sunyi atau senyap. Yang artinya, tidak ada kegiatan yang dilakukan dan pastinya kamu dilarang buat keluar rumah. Nggak hanya itu, kamu juga nggak boleh mengeluarkan bunyi apapun baik dari benda atau dari kamu sendiri, nggak boleh hidupin api atau cahaya apapun dan diwajibkan juga untuk tidak bersenang-senang. Jadi keempat hal tersebut dinamakan Catur Brata Penyepian (Empat larangan atau pantangan yang wajib dilakukan Umat Hindu)

Ditiadakannya Aktivitas Bandara dan Rumah Sakit

Hari Raya Nyepi berdasarkan penanggalan/kalender Saka, dimulai sejak tahun 78 Masehi dan ini berbeda dari perayaan tahun baru Masehi (tiap 1 januari). Karena perayaan Hari Raya Nyepi yang memang harus dilakukan, aktivitas di Bandara Ngurah Rai dan rumah sakit ditiadakan. Terkecuali untuk keadaan darurat, pihak rumah sakit harus siap siaga menerima pasien. Biasanya mobil ambulance akan lewat tanpa menghidupkan sirene-nya untuk tidak mengganggu yang sedang melaksanakan Nyepi, atau nggak jarang mobil pecalang akan lewat secara berkala untuk ngecek apakah tidak ada keributan ataupun hal-hal di luar kewajiban pelaksanaan Nyepi.

Sebelum perayaan hari puncak yaitu Nyepi, ada rangkaian acara yang harus dilakukan lho. Diawali dengan Upacara Melasti/Mekiyis/Melis yang biasanya dilakukan di segara (pantai) dengan tujuan nunas tirtha amertha (meminta tirtha yang memberi kehidupan) dan untuk penyucian/pembersihan sebelum merayakan Hari Suci Nyepi.

virus corona ogoh-ogoh
Kayaknya berat nih |source: balikami.com

Setelah itu, dilakukan penghaturan bakti atau pemujaan yang dilakukan di Di Balai Agung atau Pura Desa di setiap desa pakraman. Nah kalau udah, bakal dilanjutin ke pelaksanaan Tawur Agung atau Mecaru yang tentunya bertujuan untuk keselamatan, keharmonisan dan keseimbangan alam. Dimaksudkan juga para bhuta kala (makhluk halus) tidak mengganggu saat pelaksanaan Nyepi dilakukan, makanya selalu diadakan pawai ogoh-ogoh yang akan diarak keliling desa dan dibakar setelahnya. Untuk orang-orang rumah bisa membakar sesuatu dan melakukan keributan, bisa dengan mukul panci atau mukul orang juga boleh, kan itu bikin keributan juga hahaha

Virus corona nyepi
Selagi bisa ya kan, abis nyepi yakali bisa begini |Source: http://metrobali.com

Tradisi Seru Yang Dilakukan Setelah Nyepi

Kalau semua sudah dilakukan, keesokan harinya akan dilakukan perayaan Hari Raya Nyepi dengan Catur Brata Penyepian (udah mz jelasin tadi yak). Selama sehari penuh kamu harus ngelakuin itu dengan baik, inget, jangan aneh-aneh ya! Nah setelah menyepi dan gelap-gelapan bareng doi, eh. Kamu bisa datang dan melihat tradisi Bali yang hanya dilakukan saat Ngembak Geni, salah satunya Omed-Omedan dan masih banyak lagi.

Nah jadi gitu guys. Gimana? Pas banget kan buat dilakuin untuk mencegah penyebaran virus Corona? Selain bahaya, dampak dalam kehidupan sehari-hari jadi terganggu juga. Semoga kita selalu baik-baik aja yak!

Comments

comments