Untuk Pertama Kalinya, Tradisi Ciuman Massal Ini Diadakan Secara Sederhana

corona omed-omedan hitam putih
Edisi nuansa hitam putih gitcuuuu… |Source: www.ibalitour.com

What’s up bossque? Balik lagi nih sama Mz disini, aseekk… Nah, kali ini Mz mau berbagi berita yang sedikit mengejutkan tapi nggak kayak diputusin doi kok, eh. Bentar lagi mau Hari Raya Nyepi nih, siap-siap lockdown sementara deh. Gimana gimana? Udah nyiapin makanan yang banyak? Atau mau puasa aja? Wuuu sounds good, kebetulan uang menipis ya? Khkhkh… Oh iya nih, udah tahu Ngembak Geni kan? Itu lho, sehari setelah Hari Raya Nyepi. Kalau Omed-Omedan tau, nggak? Itu lho, yang itu tuh hehehe. Yang ehem ehem itu… Berita sedikit mengejutkannya berhubungan sama Omed-Omedan nih, katanya tradisi yang sering diadakan meriah ini bakal dilakuin secara sederhana aja. Sebagai bentuk menghormati himbauan Gubernur Bali, Bapak I Wayan Koster dalam mewanti-wanti terkena Virus Corona.

Bossque: “Kenapa nggak ditiadakan aja sih? Udah tau Virus Corona lagi gencer-gencernya sekarang”

Eittss, jangan sensi dulu. Woles woles, keep calm! Kamu tuh nggak ngerti kalau tradisi ini terlalu sakral kalau nggak diadain. Tetep nggak percaya? Jeg scroll gen nganti ke beten! (Duh, scroll aja sampai ke bawah!)….

corona omed-omedan denpasar
Ciee mboknya malu tapi mau nih… |Source: phinemo.com

Omed-omedan Dilaksanakan di Tengah Kota Denpasar

Jadi, tradisi ini diadakan di tengah Kota Denpasar, tepatnya di Banjar Kaja, Desa Sesetan, Denpasar Selatan. Digelar setiap setahun sekali pas hari Ngembak Geni atau sehari setelah hari Raya Nyepi, mulainya tuh sekitar pukul 14.00 WITA dan berlangsung kurang lebih selama 2 jam. Prosesi ini cuman boleh diikuti kalangan muda-mudi atau yang belum menikah dengan umur minimal 13 tahun. Menurut salah seorang penglingsir dari Desa Sesetan, I Gusti Ngurah Oka Putra, omed-omedan diperkirakan udah ada sejak abad ke-17 dan terus berlangsung sampai sekarang ini, kalau menurut pewaris Puri Oka yang sering disapa Ngurah Bima ini bilang kalau “omed-omedan” berasal dari kata “omed” yang artinya tarik menarik.

corona omed-omedan sembahyang bersama
Psstt, harus dilakukan dengan khusyuk ya… |Source: wartainfo.com

Tidak Sembarangan, Persembahyangan Menjadi Hal Pertama Yang Dilakukan

Sebelum ritual dimulai nih, seluruh peserta harus sembahyang bersama dulu di Pura Banjar. Lewat sembahyang bersama ini, para peserta memohon kebersihan hati dan juga biar acaranya bisa dilakuin dengan lancar jaya tanpa kendala apapun.

Setelah itu akan ditampilkan pertunjukan tari barong bangkung yang dimaksudkan untuk mengingat kembali peristiwa war-nyaa sepasang babi hutan di desa ini. Pernah tuh, Omed-omedan ditiadakan, eh tiba-tiba muncul dua ekor babi hutan yang saling bertarung. Sampai berdarah-darah bos!

corona omed-omedan pertarungan babi hutan
Ilustrasi aja bor… |Source: gerava.com

Masyarakat Desa Sesetan yang berbondong-bondong dateng buat lihat…

“Wah nggak bener nih!” (si tukang gawat)

“Pertanda buruk! Pertanda buruk! Selamatkan diri kalian!” (si tukang gawat 2)

“Ayo lawan! Lawan!” (si penyuka keributan) laah, kalau ini sih emang beneran minta ditampol.

Mereka takut kalau babi aja bisa gitu, kenapa manusia nggak? Apalagi war-nya sampai berdarah-darah juga. Kan serem! Makanya buat menghindari hal yang sama, para muda mudi diminta untuk terus melalukan tradisi tersebut setiap tahunnya biar aman sentosa keadaan desa-nya. Selain itu, akan diawali dengan Upacara Guru Piduka, kenapa? Ya, pastinya untuk mendapat keselamatan karena akhir-akhir ini ada sakit yang berkepanjangan sampai ada yang meninggal, ya apalagi kalau bukan karena Virus Corona.

corona omed-omedan barisan kereta api
Naik kereta api, tut…tut….tut… |Source: Tempo.co

Dibentuk Dua Grup Yakni Grup Teruna dan Teruni

Dalam tradisi ini, para muda-mudi setempat dibagi jadi dua grup, yaitu grup pria (teruna) dan grup wanita (teruni). Kedua grup ini harus berbaris berhadap-hadapan yang mana bakal dipandu sama para polisi adat (pecalang), terus, secara ganti-gantian dipilih satu orang dari masing-masing grup buat diangkat dan diarak kayak ogoh-ogoh. Hahaha ya nggaklah, diarak ke depan barisan maksudnya.

corona omed-omedan hujan air
Bahagianya dibawah guyuran air bersamamu… |Source: Boombastis.com

Pas pasangan muda-mudi udah saling ketemu nih dan pelukan erat banget, ada kalanya mereka bakal saling adu jotos. “Ayo lawan! Lawan!” (Laahh dateng lagi si penyuka keributan nih, minta ditampol lagi kali yak…)

Kalau kedua muda-mudi ini nggak bisa juga buat dilepasin, panitia bakal nyiram mereka pakai air sampai basah kuyup. Karena kebanyakan orang ngeliat acara ini cuman buat cium-ciuman, akhirnya tradisi ini jadi salah kaprah dan dianggap cuman buat main-main aja.

corona omed-omedan belum siap
Bentar woy, belum siap nih! |Source: www.marariversafarilodge.com

Sebenernya nggak gitu, Ngurah Bima udah bilang kalau tradisi ini bukan semata-mata sebagai ajang pelukan atau ciuman massal kayak informasi yang beredar. ‘Omed-omedan’ kan artinya emang tarik menarik tuh terus udah ada pakem yang jelas juga tentang tradisi ini. Mereka yang ngelakuin juga anggota STT (Sekaa Teruna Teruni) yang diangkat sama temen-temennya secara spontanitas tanpa ngurangin tradisi, adat, budaya dan pakem yang ada.

omed-omedan
Kok kayak lagi ngisep darah…. |Source: www.hindustantimes.com

Nah jadi gitu lho bossque. Tradisi ini bukan acara ciuman massal ya dan terlalu sakral kalau nggak diadakan, Walaupun nggak se-meriah sebelumnya, acara ini bakalan tetep seru kok buat dilakuin. Denger-denger sih cuman tiga pasangan aja dan buat kalian yang bukan asli warga Desa Sesetan diharapkan tetap tenang dan melewatkan agenda ini. Yaahh kok gitu sih? Ya mau gimana lagi, buat kebaikan bersama. Yang tabah ya, ini cobaan. Mari kita doakan bersama biar kejadian ini nggak terulang lagi. Semoga dampak Virus Corona bisa berakhir secepatnya ya!

Comments

comments