Kenali Diet Jenis Baru, Diet Plastik

    441
    views
    Diet Plastik
    Original Photo by hue12 photography on Unsplash

    Pasca perayaan malam pergantian tahun pada Senin (31/12) malam, volume sampah di Kota Denpasar mengalami peningkatan. Jumlah tersebut terhitung mencapai 30 persen dari volume hari biasa. Karenanya, dalam memaksimalkan penanganan sampah tersebut DLHK Kota Denpasat telah menyiapkan beragam cara sehingga lonjakan volume sampah dapat ditangani dengan maksimal.

    Peningkatan ini disebabkan lantaran mobilitas masyarakat yang besar saat malam pergantian tahun, khususnya di obyek vital seperti kawasan Catur Muka yang juga serangkaian Denfest 2018, kawasan Lapangan Taman Kota Lumintang serta Pantai Sanur. Sampah tersebut masih didominasi sisa kembang api serta bungkus makanan.

    Mih, banyak li sampah plastiknya. Image: Humas Kota Denpasar

    Kendati demikian pihak DLHK Kota Denpasar telah berkordinasi dengan seluruh Desa/Lurah di Kota Denpasar untuk turut memberi atensi terhadap sampah perayaan malam pergantian tahun ini. Di mana, dengan menggandeng swakelola sampah di masing-masing desa/lurah penanganan sampah tentu dapat dimaksimalkan.

    Sedangkan untuk obyek vital, DLHK Kota Denpasar juga melakukan antisipasi terhadap penanaganan lonjakan sampah dengan mengintensifkan seluruh personel. Adapun terdapat sedikitnya 13 TPS dan  1.459 tanaga kebersihan yang disiagakan bersama 49 armada truk yang dibantu moci di masing-masing kecamatan dan desa/kelurahan.

    Sampah memang jadi hal yang masih sulit untuk diajak berkawan sih saat ini, apalagi sampah plastik.

    Pemkot Denpasar terus gencar melaksanakan sosialisasi pengurangan sampah plastik. Waktu itu sempet bersinergi dengan Komunitas Sepeda Samas, Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra bersama kepala OPD dan ratusan masyarakat beesepeda di kawasan Kota Denpasar, Minggu (30/12).

    Start-nya di kawasan Kantor Walikota Denpasar, sambil bersepeda rombongan bergerak mulai dari Jalan Hayam Wuruk menuju Bundaran Renon, Jalan Raya Puputan, Jalan Dewi Sartika, Jalan Diponogoro dan kembali menuju Kantor Walikota Denpasar. Di perjalanan pun seluruh peserta bersama-sama mengkampanyakan diet plastik bagi masyarakat yang dilewati.

    Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra saat gowes bersama OPD dan komunitas serangkaian Denfest tahun 2018. Image: Humas Kota Denpasar

    Gowes-gowes lucuk sambil ngasi edukasi, boleh juga nich!

    Diet Plastik Itu Apaan Sich? Trus Apa yang Bisa Kita Lakukan Untuk Mendukung Diet Plastik?

    Secara sederhana, diet plastik ya mengurangi penggunaan plastik terutama dalam kehidupan kita sehari-hari. Intinya kalau bisa nggak pakai plastik, ya jangan pake plastik. Kurang lebih seperti itu yang bisa Mz sampaikan terkait diet plastik ini.

    Kalau kamu mau ikut (harus mau) diet plastik, ini hal yang mungkin bisa kamu lakukan.

    Membawa Tas Belanja dari Rumah

    Gini kan bagus.
    Photo by Sylvie Tittel on Unsplash

    Ini sangat membantu untuk mengurangi sampah plastik lo, Brooo. Kalau pas kamu belanja ke mana gitu, jeg siapin aja tas belanja dari rumah biar pas di toko nggak perlu tas kresek lagi.

    Menggunakan Sedotan Daur Ulang

    Kayak gini nih bentukannya. Image: Toko Pedia

    Di beberapa tempat makan udah banyak yang menghentikan penggunakan sedotan plastik. Ada juga yang menyediakan sedotan dari bambu atau paper gitu. Kalau kamu kanggo-kanggo aja, ya pakai yang ada aja. Kalau kamu nggak kanggo, bisa bawa sedotan yang terbuat dari stainless steel dari rumah.

    Bawa Tempat Minum dari Rumah

    Kopi sik, Luh.
    Photo by Andrew Neel on Unsplash

    Solusi baru buat para peminum. Peminum maksudnya yang suka beli minuman ya. Kopi, teh, atau apapun itu. Kamu bisa bawa tempat minummu sendiri dari rumah, suruh dagangnya ngisi tempat minummu dengan minuman pesanan kamu. Abis itu kamu bisa pulang tanpa bungkusan kan.

    Kotak Makannya Sekalian Deh

    Bole juga nih.
    Photo by Ella Olsson on Unsplash

    Ini kasusnya hampir sama dengan bawa tempat minum dari rumah. Kalau mau beli makan tapi take away, suruh dagangnya ngisi kotak makan kamu dengan makanan pesanan kamu.

    Ya, awalnya emang agak ribet sih. Cuma yakinlah kawan-kawan, kita akan bisa karena terbiasa.

    Comments

    comments