Kalau Udah Menek Kelih, Berarti Kamu Udah Nggak “Ababil” Lagi

510
views
menek kelih

Ababil atau yang saat ini sering disebut dengan alay ini emang pasti ada dan pasti pernah dialami oleh seluruh umat manusia yang ada di muka bumi ini. Jangan deh ngaku-ngaku nggak pernah alay. Alay itu nggak salah kok, itu salah satu proses untuk menjadi dewasa. Memang sudah tahapannya seperti itu, jadi dijalani saja.

Menek kelih
Ini ngapain ceritanya? Source Image: lingga arya

Nah, di Bali khususnya yang beragama Hindu mengenal dan percaya akan tradisi yang sudah berlangsung sudah lama, yaitu Upacara Menek Kelih yang biasanya dilakukan ketika orang tua yang memiliki anak yang umurnya sudah beranjak dewasa. Kira-kira sekitar 14 tahun gitu. Intinya yang sudah bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Untuk anak laki-laki, upacara ini disebut dengan Ngeraja Singa atau Menek Taruna dan untuk perempuan disebut Ngeraja Selawa atau Menek Taruni/ Bajang/ Deha.

Baca juga:  Kevin Brands, Pemain Baru Yang Menjadi Buruan Fans Bali United

Maksud dari Upacara Menek Kelih

Menek Kelih
Semoga bisa jadi pribadi yang lebih baik ya.

Upacara ini dilakukan untuk mengungkapan rasa terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala kenikmatan dan keselamatan yang telah diberikan, sekaligus juga bentuk permohonan supaya senantiasa dituntun dan dijaga dalam jalan yang benar dan baik serta dijauhkan dari hal-hal yang justru bersifat marabahaya dan menjadi petaka bagi umat manusia.

Selain itu dari upacara ini juga diharapkan kamu menjadi lebih mengerti arti kedewasaan dan dapat melalui masa ababil atau alay dengan baik dan selamat. Gitu lho.

Baca juga:  Mungkin Kamu Pernah Merasakan Jaman Ini di Bali

Memang sih tolak ukur suatu kedewasaan nggak bisa diukur dari upacara menek kelih ini. Tapi ini adalah suatu tradisi dan budaya yang sudah ada sejak dulu dan kalau bisa Mz bilang upacara ini harusnya menjadi acuan untuk menjadi sosok yang lebih dewasa dari sebelumnya.

Comments

comments