Jadi Hot News, Dua Kasus Ini Lagi Disorot Banyak Orang

Udah tau ‘kan yak situasi sekarang kayak apa. Cuman bisa rebahan aja di rumah sampek bingung mau makek gaya apalagi. Btw, Happy Eid guys, mohon maaf lahir dan batin. Eh bentar-bentar, mendadak Mz mencium bau-bau hot news (ngibas-ngibasin tangan ala Roy Kyoshi). “Extra hot nggak?” Beuh, parah!

Antara Kampung Jawa, Desa Sudaji Dan Hot News Terkini

Nah yang ini nih maksud Mz. “Eh dimana nih?” Di Denpasar broo, tepatnya di RT 5 Kampung Jawa, Dusun Wanasari, Desa Dauh Puri Kaja. Katanya sih kejadiannya pas tanggal 23 Mei kemaren. Tapi ini bukan pas malam takbirannya, malahan pas malam terakhir buat sahur. Jadi ini pas subuh-subuh gitu. Inget lho ya, malam takbiran sama malam sahur itu beda.

Nggak direncanain awalnya tapi tiba-tiba aja gitu mereka kumpul-kumpul terus nyanyi. Jadi ini tuh bukan disengaja tapi spontan, namanya aja kelewat seneng udah bisa lewatin bulan puasa tapi ya karena situasinya lagi nggak pas buat ngumpul-ngumpul, banyak pihak yang menyayangkan kejadian ini.

Udah minta maaf ya gengs |Source: https://baliexpress.jawapos.com

Sampai sekarang, kasusnya masih diproses. Jadi masih nggak ditauin, ada tersangkanya atau nggak. Karena ini dianggep ngelanggar perintah buat stay at home, kalau ada kasus yang mirip-mirip jeg langsung dikait-kaitin aja gitu.

Sebelumnya ada tuh kasus Ngaben Massal di Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng. Kenapa kedua kasus ini dikait-kaitin? Gara-gara dibilangnya tuh ada hubungannya gitu lho sama agama, terus pelaksanaannya dilakuin pas social distancing alias nggak boleh berada atau nyiptain kerumunan massa.

Ramenyooo |Source: https://balitribune.co.id

Sampek-sampek nih, ketua panitia ngabennya diresmiin jadi tersangka. “Waduh, segitu parahnya ya?” Ho’oh, kasus ini jadinya ngelewatin proses yang panjang. Gede Pasek Suardika dan Bapak Gubernur Koster secara tegas bilang kedua kasus ini nggak ada hubungannya sama sekali. Cuman kebetulan aja dilakuinnya pas situasi yang kayak sekarang ini.

Intinya, kedua kasus diatas nggak ada hubungannya sama sekali ya bro. Untuk proses hukumnya, kita doain aja semoga cepet terselesaikan dan pastinya dengan baik.

PKM Denpasar Makin Diperketat

Setelah dua hari kasus di Kampung Jawa, ada 8 Desa dan Kelurahan Denpasar yang ngajuin buat PKM. Mungkin sebelum adanya kasus di Kampung Jawa, 8 Desa dan Kelurahan tadi udah ngerundingin hal ini bersama. Jadi, kalau ini ada kaitannya sama kasus tanggal 23 Mei itu, Mz nggak tau pasti sih.

Buat Kelurahannya tuh ada Kelurahan Panjer, Pedungan, Ubung, Sesetan sama Penatih. Kalau Desanya ada Desa Sanur Kauh, Pemecutan Kaja plus Ubung Kaja. Nah pas 8 ‘kan. Terus ada update-an terbaru nih, katanya lima wilayah dari yang Mz sebutin udah mulai PKM. Yang belum itu ada Kelurahan Penatih dan Ubung sama Desa Ubung Kaja, nah sisanya lagi lima itu yang Mz maksud udah mulai PKM.

Diperketat itu maksudnya ya, udah nggak ada toleransi lagi bagi yang nggak makek masker. Kalau sampek ketahuan, disuruh dulu nyari tuh masker sampek dapet abis itu dipakek ‘kan, nah baru deh boleh lewat. Tapi kalau helmnya jangan ketinggalan juga, maskek masker tapi nggak pakai helm juga bahaya.

Lihat postingan ini di Instagram

Memperketat pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) guna memutus mata rantai penyebaran virus corona, mulai hari ini, Kamis (28/5/2020) Desa Pemecutan Kaja, Denpasar Utara (Denut) memperketat pengawasan terhadap penduduk pendatang (duktang). Bila ada duktang tanpa identitas atau tujuan tak jelas saat razia, maka akan dipulangkan. ”Kami serentak mendata penduduk, khususnya duktang, secara serentak di 15 banjar adat dan 13 banjar dinas di Pemecutan Kaja. Kalau ditemukan warga dari luar Bali yang tidak mengantongi KTP Kota Denpasar, maka akan dipulangkan ke daerah asal. Kami berkoordinasi dengan instansi terkait,’’ kata Plt.Perbekel Desa Pemecutan Kaja, Ida Bagus Putu Sudiartha. Dilansir dari laman berita @denpost.id, sebelum dikeluarkannya Perwali No.32 Tahun 2020 mengenai PKM, pihaknya sudah mengoptimalkan pengawasan duktang di masing-masing banjar adat maupun banjar dinas. Warga diminta mengurangi ke luar rumah, wajib mengenakan masker dan wajib hidup bersih untuk mencegah penularan virus corona. Seiring arus mudik lebaran, pengawasan duktang tanpa KTP Denpasar yang masuk ke Pemecutan Kaja, lebih diperketat. Terlebih di Jatim dan Jateng, kasus corona meningkat sehingga kedatangan duktang perlu diwaspadai. Baca berita selengkapnya di @denpost.id #pkm #pemecutankaja

Sebuah kiriman dibagikan oleh PUNAPI BALI (@punapibali) pada

Kalau sanksinya sih masih berupa teguran dan pembinaan, ada juga sanksi adat yang wajib ngayah sama denda. Contoh dendanya tuh kayak nyumbang 5 kg beras, tapi cuman buat yang nakal-nakal aja. Kalau nggak bisa dibilangin, yaudah deh sanksi adat berlaku.

Moga sih cepet terselesaikan yak buat kedua kasus diatas, terutama buat Pandemic Covid-19 sih. Selalu inget pakek masker dan helm kalau berkendara ya, eiittsss kalau nggak penting-penting banget mending di rumah aee. Jangan ngumpul-ngumpul juga, demi kebaikan bersama sluur. Stay healthy!

Comments

comments