I Nyoman Nuarta, Sang Seniman dari Bali dan Beberapa Masterpiece-nya

nyoman nuarta

Lagi heboh nih. Kalian pasti tahu ‘kan kalau istana negara di ibu kota yang baru sudah rampung? Patung ini dirancang oleh I Nyoman Nuarta alias pembuat patung GWK yang ada di Bali. Sayangnya, patung istana Negara yang baru ini mendapat banyak kritikan dari netizen bahkan diprotes arsitek juga. Dikarenakan patungnya berbentuk garuda, hal ini dianggap tidak sesuai kalau dijadikan istana negara. Tidak hanya patung garuda ini, I Nyoman Nuarta juga sudah banyak ngerancang patung yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. Yuk, langsung saja kita kepoin.

nyoman nuarta
Desain Istana Negara yang baru |Source: https://galajabar.pikiran-rakyat.com/

Monumen Jalesveva Jayamahe di Surabaya

nyoman nuarta
Bentar, tak tunjukkin yang full-nya abis ini |Source: https://jejakpiknik.com/

Sebenarnya ada banyak patung-patung yang sudah dibuat, tapi Mz hanya bahas lima saja ya, sisanya monggo dikepoin sendiri. Yang pertama ada monumen Jalesveva Jayamahe di Surabaya, Jawa Timur. Yang membuat monumennya sangat ikonik karena ada patung seorang perwira TNI Angkatan Laut yang membawa pedang. Pakaian yang digunakan juga sangat gagah yakni Pakaian Dinas Upacara (PDU) lengkap. Btw, patung yang berdiri di atas monumen ini tingginya mencapai 30,6 meter.

nyoman nuarta
Ini nih yang full-nya |Source: http://ayokesurabaya9.blogspot.com/

Dibangun pada tahun 1993 oleh Pemimpin Kepala Staf TNI Angkatan Laut Maritim Indonesia yang setelah itu dilanjutkan oleh Laksamana TNI Muhamad Arifin, tapi perlu diingat yang ngerancang siapa? I Nyoman Nuarta. Monumen ini juga mengikuti motto Angkatan Laut, Jalesveva Jayamahe yang artinya di laut kita berjaya. Patung ini terlihat sangat gagah, ‘kan tadi patungnya seperti membawa pedang, hal ini seolah-olah menunjukkan angkatan laut kita siap menantang gelombang dan badai yang ada di lautan, jadi semacam simbol kalau angkatan laut siap berjaya. Monumen ini juga dijadikan mercusuar bagi kapal-kapal yang ada di laut sekitarnya.

nyoman nuarta
Langsung diresmikan sama Presiden Soeharto |Source: https://www.matakota.id/

Patung Arjuna Wijaya di Jakarta

nyoman nuarta
Sebelas duabelas sama patung kuda Bali |Source: https://kumparan.com/

Nah, kalau yang ini mirip patung kuda di Tuban, Bali. Beneran, kayak sebelas duabelas. Patung Arjuna Wijaya ini letaknya di Jakarta, tepatnya di persimpangan jalan MH Thamrin dan Jalan Medan Merdeka. Sama juga, yang ngerancang adalah I Nyoman Nuarta. Patungnya juga ada sebutan lain yaitu Patung Arjuna Wiwaha dan Asta Brata.

Jadi patung-patung yang ada di monumennya ini memang mengikuti alur cerita yang ada di Mahabratha. Dimana Krisna dan Arjuna dari kubu Pandawa sedang menaiki kereta kuta yang ditarik 8 ekor kuda (yang melambangkan 8 filsafat kepemimpinan “Asta Brata”) dan kondisinya lagi genting-gentingnya. Ya iyalah genting, ‘kan mereka lagi perang melawan Karna dari kubu Kurawa. Jadi ini situasinya lagi perang gitu. Ini umurnya sudah tua soalnya dibangun pada tahun 1987. Patungnya ini memang diminta untuk dibuat oleh Bapak Soeharto yang saat itu masih menjabat sebagai presiden, dan pada saat itu baru saja abis lawatan (mengunjungi negara lain) dari Turki.

nyoman nuarta
Kalau diliat dari depan |Source: https://duniapengetahuanblog.wordpress.com/

Patung Tiga Mojang, Salah Satu Karya I Nyoman Nuarta yang Dirobohkan

nyoman nuarta
Kalau pas siang ya gini |Source: https://lokadata.id/

Sebenarnya dibuat sedih kalau membahas patung yang satu ini soalnya patungnya sudah dirobohkan pada tahun 2010. Patung buatan I Nyoman Nuarta ini awalnya berdiri di perumahan elit di Medan Satria Kota Bekasi, Jawa Barat yang dibangun pada tanggal 14 Mei 2010. Nah, patungnya ini ‘kan berbentuk tiga wanita, disini dinilai sebagai trinitas. Terus banyak juga warga yang protes dan minta patung itu dilengserkan, sampai-sampai Walikota Bekasi Mochtar Mohamad mengirimkan surat imbauan melalui surat nomor 300/1118-set/V/2010 tertanggal 17 Mei 2010, jadinya pengembang itu disuruh untuk melengserkan sendiri patungnya tapi ketika sudah ditunggu sebulan, eh patungnya tetap berdiri kokoh di tempat semula.

Baca juga:  Jenis Layang-layang di Bali Yang Harus Kamu Tahu!

Patung yang katanya cerminan dari keindahan budaya Jawa Barat ini dinilai terlalu vulgar, patung tiga wanita itu seolah-olah menggunakan pakaian yang memperlihatkan lekuk tubuhnya, jadi dianggap terlalu seronok. Akhirnya, pada tanggal 19 Juni 2010, patung itu dirobohkan paksa oleh sekelompok massa atau umat Islam setempat. Selain dianggap terlalu vulgar, patung ini juga nggak ada ijinnya katanya, makanya dengan beberapa alasan tersebut patung ini dirobohkan paksa.

Loading...

Untuk membangun patungnya ini sudah mengabiskan 2,5 milliar, dan itu mahal sekali ‘kan. Hanya karena bentuknya yang seolah-olah melukai umat Islam, akhirnya patung ini harus berakhir dirobohkan. Tahu patung buatannya dirobohkan begitu saja, I Nyoman Nuarta pastinya kecewa. Apalagi dengan uang yang ngak sedikit, ia juga harus menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk membuat patung yang satu ini. Dan beberapa hari setelahnya, patung Tiga Mojang tadi digantikan dengan patung Bambu Runcing yang dinilai lebih mempelihatkan nilai perjuangan.

nyoman nuarta
Pas malem bagus sekali ya |Source: https://www.boombastis.com/

Patung Lembuswana di Kalimantan Timur

nyoman nuarta
Awalnya warna hitam dan posisinya duduk |Source: https://blog.misteraladin.com/

Patung Lembuswana yang ada di Pulau Kumala, Kalimantan Timur ini juga mendapat banyak protes sama seperti patung Tiga Mojang sebelumnya. Diceritakan Lembuswana adalah satwa mitologi yang dimana pernah menjadi kendaraan raja Mulawarman dari Kerajaan Kutai pada 1500 tahun lalu. Bahkan, Lembuswana dijadikan lambang Kerajaan Kutai hingga Kasultanan Kutai Kartanegara.

Baca juga:  Konsumsi Kerupuk Ikan Buntal, Kedua Gadis Kecil Ini Alami Hal Yang Tak Terduga

Lembuswana ini menyerupai khas beberapa satwa, seperti berbelalai tapi ia bukan gajah, bertaring tapi bukan harimau dan bertaji tapi bukan ayam juga. ‘Kan ada belalainya juga, nah ini juga disimbolkan sebagai Dewa Ganesha atau dewa ilmu pengetahuan. Cuma hal yang diprotes sama orang-orang bahkan katanya nggak diakui sama pihak Kasultanan Kutai karena patungnya ini berwarna hitam, membawa gada dan posisinya duduk. Harusnya berwarna emas dan posisinya berdiri. Soalnya yang di zaman dulu warnanya memang emas, dan kenapa posisi duduk itu dianggap kurang tepat karena dilambangkan sebagai kelambatan atau kemunduran sebuah pemerintahan di Kutai Kartanegara. Walaupun menghabiskan biaya yang sangat mahal, akhirnya patung lembuswana yang warnanya hitam tadi diganti dengan yang warnanya emas.

nyoman nuarta
Nah ini yang baru |Source: https://gambar-patung.blogspot.com/

Patung Garuda Wisnu Kencana di Bali

nyoman nuarta
Pas patungnya belum rampung |Source: https://travel.kompas.com/

Terakhir, kita tutup dengan patung Garuda Wisnu Kencana. Patung yang dibangun pada tahun 2018 ini juga menelan biaya yang nggak sedikit, sampai milyaran! Nggak tanggung-tanggung, I Nyoman Nuarta perlu puluhan tahun untuk membuat patungnya yang satu ini. Soalnya ia nggak mau kalau dibuat dengan asal-asalan, jadi harus bagus dan mendetail. Btw, patung yang satu ini letaknya di Ungasan, Kuta Selatan, Badung.

Kalau tadi patung Arjuna Wijaya dan Jalasveva Jayamahe diresmikan oleh Presiden Soeharto, patung GWK ini diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 22 September 2018. Patung ini tingginya mencapai 121 meter dan jadi yang tertinggi nomor 3 di dunia. Memang masterpiece parah!

nyoman nuarta
Ini aslinya tinggi banget |Source: https://bangladeshinomad.wordpress.com/

Keren-keren ya, memang sangat cocok dibilang masterpiece semua patung rancangan dan buatannya. Untuk patungnya yang diprotes dan dirobohkan paksa nggak hanya dua patung tadi, sebenernya ada yang lain juga. Permasalahannya yang Mz tahu karena izin dan bentuknya. Mz nggak tahu mau komentar apa kalau ditanya pendapatnya Mz tentang beberapa patungnya yang dinilai kontroversial. Semoga kedepannya nggak mengalami hal yang sama, biar kita semua sama-sama enak dan saling menghargai.

Comments

comments