Desa Pakraman: Warisan Mpu Kuturan yang Bikin Masyarakat Bali Bersatu

172
views
desa pakraman

Cuman di Bali aja kayaknya bisa kamu temui sebuah persatuan yang benar-benar mengatur bagaimana kamu hidup dalam sebuah wilayah desa. Bagaimana kamu harus ikut berpartisipasi dalam membangun sebuah desa dengan segala ikatan persaudaran yang susah diungkapkan dengan kata-kata.

Desa Pakraman sudah dibentuk dari jaman Mpu Kuturan ke Bali. Menurut sebuah tulisan dari Bali Magic Sakti Mpu Kuturan meresmikan sebuah konsep untuk memepersatukan masyarakat Bali dengan sebuah pertemuan yang dikenal dengan nama Samuan Tiga, di mana pada pertemuan ini menciptakan sebuah aturan yang mengikat bernama Desa Dresta atau yang sekarang kamu kenal dengan nama Desa Pakraman.

Unik dan memang sangat unik Bali ini, karena desa juga menjadi salah satu unsur dalam melestarikan budaya di Bali. Kamu bisa lihat berbagai ajang yang pentas budaya yang dipertontonkan oleh berbagai Banjar-Banjar dalam sebuah desa. Lalu bedanya Desa Pakraman sama Desa Adat apa ya?

Dari namanya sih udah beda, tetapi apakah pengertiannya juga beda? Sebenarnya Desa Pakraman dan Desa Adat itu sama aja cuman panggilannya aja yang beda ya. Sejarahnya dimulai dari penjajahan Belanda hingga masa kemerdekaa 1975 semua desa-desa di Bali diseragamkan menjadi sebutan Desa Adat. Tetapi setelah era Reformasi namanya kembali lagi sebagai Desa Pakraman.

Baca juga:  Kenali Siat Peteng, Adu Kawisesan Ala Bali yang Melegenda

Serba-serbi Desa Pakraman sebagai warisan budaya

desa pakraman
Indahnya kebersamaan | Sumber gambar: balipost

Kenapa Mz bilang ini beda banget, karena saat kamu memutuskan untuk bergabung dengan sebuah ikatan desa, maka kamu berasa memiliki sebuah keluarga yang sangat banyak banget. Kamu akan mulai banyak mengikuti berbagai kegiatan desa, salah satunya Ngayah. Saat inilah kamu akan bertemu dengan berbagai orang-orang berbeda Banjar dengan kamu.

Gaya orang Bali pada dasarnya murah senyum, tidak suka cari masalah, dan mudah akrab kepada orang yang baru dia kenal. Ini yang menjadi sebuah modal mengapa sangat menyenangkan saat kamu tergabung dalam ikatan desa di Bali. Serepot-repotnya kamu ngayah, semuanya akan berasa ringan ketika kamu melakukannya bersama-sama dengan yang lain.

Ini juga yang menjadi alasan mengapa persatuan Jaga Baya di Bali tetap terjaga hingga sekarang. Pukulan berat Bom Tahun 2002 memang menjadi sebuah ujian bagi persatuan dan kesatuan Desa Pakraman di Bali dan sampai sekarang produk keamanan desa di Bali, seperti Pecalang tetap siaga dalam mengamankan desanya dalam setiap momen-momen penting di Bali.

Baca juga:  Senjata Pamungkas Asal Bali Ini Ampuh Menghabisi Thanos

Aku bukan Agama Hindu dan tidak terikat dengan partisipasi di Desa Pakraman, tapi sedang bikin acara di tempat ibadahku, bisakah aku meminta Pecalang untuk membantu agar tetap kondusif dan aman?

Tenang bisa banget kok, karena tiap desa memiliki beberapa kebijakan yang tidak sama dengan desa yang lain.

Perda Provinsi Bali No.3 Tahun 2001 menjelaskan, kalau Desa Pakraman memiliki wewenang untuk mengatur wilayahnya dan pastinya memiliki harta kekayaan dan wilayah tertentu.

Jadi, meskipun kamu bukan Agama Hindu dan tidak terikat dengan sebuah kegiatan di desa, kamu juga tetap bisa mendapatkan perlindungan dari desa setempat, asalkan kamu mengikuti segala aturan yang berlaku untuk pendatang di desa tempat kamu berada.

Desa Pakraman adalah tempat semua orang bisa mendapatkan tempat tinggal dengan rasa nyaman serta keamanan tanpa mempedulikan dimana mereka berasal. Desa juga menjadi lingkungan sosial yang sangat menyenangkan, dimana kamu bisa bertemu dengan berbagai warga desa asli dan bisa saling berbagi hal, mulai dari yang sangat penting hingga hal yang ga penting.

Comments

comments