Atlet Bali yang Mengharumkan Nama Indonesia di Kancah Internasional

Kabar bahagia datang dari pasangan ganda putri Badminton Indonesia, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu. Pasangan ini menyabet emas setelah berhasil mengalahkan pasangan asal China, Chen Qing Chen dan Jia Yi Fan di ajang Olimpiade Tokyo 2020. Pastinya kemenangan mereka ini membuat bangga satu Indonesia karena emas yang mereka raih adalah yang pertama di olimpiade. Seolah makin ngeliatin taringnya, Indonesia ngebuktiin punya atlet yang nggak kalah luar biasa. Ini juga termasuk atlet asal Bali yang berhasil mengharumkan nama Indonesia dan Bali sekaligus di kancah internasional. Mau tau siapa aja? Kepoin ke bawah yak!

Congratulations for both of you! |Source: https://infosemarangraya.pikiran-rakyat.com/

Desak Made Rita Kusuma Dewi, Atlet Panjang Tebing yang Udah Mulai Latihan Sejak SD

Made Rita bersama kedua gurunya |Source: https://www.dewatanews.com/

Gadis Buleleng yang lahir pada tanggal 24 Januari 2001, mulai suka panjat tebing dari kelas 2 SD. Bisa gabung ke panjat tebing ini awalnya nggak sengaja, waktu itu doi diajak berkunjung ke dinding panjat yang ada di Taman Kota Singaraja. Dari sinilah ketertarikannya mulai muncul terus bakatnya mulai diasah dan dibina sama bibinya.

Karena udah tekun nih latihan dari kecil, prestasi yang berhasil diraih sama Desak Made Rita Kusuma Dewi ini nggak hanya kancah nasional tapi udah internasional juga. Doi pernah nyabet juara III Kejurnas yang waktu itu diadain di Karimun, Batam, terus nyabet dua perak dan satu perunggu di Porprov Bali 2017, nyabet 3 emas dan 1 perak di Porjar Denpasar, serta juara I di Walikota Cup Jambi 2021. Untuk prestasi lainnya nggak bisa Mz sebutin semuanya ya guys, saking berprestasinya banyak banget juara yang udah doi raih.

Baru-baru ini doi juga berhasil menduduki peringkat empat di ajang International Federation of Sport Climbing (IFSC) Climbing World Cup Villars di Swiss. Saat itu doi juga terpapar Covid-19, jadi setelah ngejalanin isolasi di Zurich, Swiss, Desak Made Rita kembali ke Jakarta dan menjalani pelatihan di Pelatnas (Pemusatan Latihan Nasional) untuk SEA Games 2021 di Vietnam. Desak Made Rita juga diharapkan bisa tampil prima di PON XX 2021 yang bakal diadain di Papua pada Bulan Oktober mendatang.

Buat bertahan kayak gini harus punya tenaga dan skill yang kuat |Source: https://radarbali.jawapos.com/

Maria Natalia Londa Manik, Atlet Lompat Jauh dan Jangkit yang Ikut Nyumbang Medali SEA Games

Nggak cuman doi, kita semua juga bangga |Source: https://disdikpora.baliprov.go.id/

Di dunia atletik juga ada nih, tepatnya di cabang lompat jauh dan jangkit. Maria Natalia Londa Manik yang lahir di Denpasar pada tanggal 29 Oktober 1990 ini mengaku kalau perjalanannya itu lumayan sulit. Awalnya, orang tua Maria terus gencar ngenalin dunia olahraga dan kehidupan para atletnya seperti apa di lapangan. Maria yang sebenernya juga suka sama dunia olahraga, akhirnya nyobak peruntungan dan berakhir menjadi juara kayak sekarang.

Berkat orang tua dan kerja kerasnya, Maria berhasil nyumbang emas untuk Indonesia di Asian Games 2014 yang diadain di Incheon, Korea Selatan. Nggak cuman itu, ada lima medali emas yang berhasil diraihnya di PON 2012 Riau, SEA Games 2013 Myanmar, 2015 Singapura, dan 2019 Filipina. Sebelumnya, doi juga pernah mewakili Indonesia di ajang Kejuaraan Dunia Atletik pada tahun 2007.

Karena memang doi spesialisasinya nggak cuman lompat jauh, di lompat jangkit pun doi juga turut nyumbang medali. Di SEA Games 2013 ada dua emas yang diraihnya, masing-masing di lompat jauh dan jangkit. Hal ini juga terjadi di SEA Games 2009 dan 2011 yang dimana doi nyumbang perunggu dan perak di kedua cabang atletik ini.

Kerja keras adalah kunci utama |Source: https://sport.tempo.co/read

Rio Waida, Atlet Selancar yang Gagah Pakai Pakaian Adat Bali di Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020

Di Tokyo nih |Source: https://www.idntimes.com/

Blasteran Jepang-Indonesia, Rio Waida adalah atlet selancar Bali yang bisa dibilang udah profesional. Lahir pada tanggal 25 Januari 2000 di Saitama, Jepang, dari kecil Rio udah dikenalin ombak dan selancar sama orang tuanya. Terus pada tahun 2005, keluarganya memutuskan buat pindah ke Bali, yang mana ini jadi peluang bagus buat Rio makin mengasah kemampuannya dalam berselancar. Soalnya di Bali ada banyak pantai yang ombaknya cocok dijadiin spot surfing, kan.

Berkat kecintaannya dengan dunia surfing, berhasil membuat Rio keluar sebagai pemenang di Quiksilver Young Guns Surf 2016. Itu ajang kompetisi surfing remaja internasional. Nggak berhenti sampek sana, Rio juga berhasil nyabet perak di SEA Games 2019, posisi kedua di ISA World Surfing Games 2019, posisi ketiga di Corona Open China 2020 dan penghargaan lainnya di berbagai ajang kompetisi surfing. Nah, setelah tampil di ISA World Surfing Games 2019 inilah yang mengantarkan Rio ke Olimpiade Tokyo 2020. Pas pembukaan Olimpiade Tokyo 2020, Rio dipercaya buat bawa bendera kebangsaan kita bareng Nurul Akmal (atlet angkat besi). Cuman yang menarik perhatian adalah doi yang makek pakaian adat madya Bali dan dipaduin sama sandal khas jepang, tatami. Alhasil, banyak banget yang kepo sama doi gara-gara pakaiannya dan tugasnya sebagai pembawa bendera.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh @riowaida_

Sanggoe Dharma Tanjung, Atlet Skateboard yang Nggak Kalah Membanggakan

Sanggoe dan medali peraknya |Source: https://kumparan.com/

Siapa bilang kita nggak punya atlet skateboard? Sanggoe Dharma Tanjung udah bawa nama Bali dan Indonesia yang pastinya sangat membanggakan. Lahir pada tanggal 28 Desember 2001, Sanggoe juga udah latihan skateboard dari kecil. Ajang kompetisi juga udah banyak banget diikutin kayak FISE World Malaysia 2014 (peringkat ketiga), X-Games di Shanghai tahun 2015 (peringkat ke-6 dunia), dan Sanggoe jadi skateboarder Indonesia pertama yang dapat tampil di Street League (SLS) di Barcelona pada tahun 2017.

Di Asian Games 2018, Sanggoe juga ikut berpartisipasi nih dan berhasil nyabet medali perak. Ini akhirnya berlanjut ke SEA Games 2019 yang dimana Sanggoe berhasil bawa pulang emas. Dan sekarang doi jadi skateboarder Indonesia pertama yang gabung dengan brand AS yaitu Flip Skateboards. Goks!

Pas tampil di Asian Games 2018 |Source: https://www.republika.co.id/

Umur bukan jadi penghalang dalam meraih prestasi. Untuk bisa dapet medali, megang, nyium, apalagi gigit medali itu perlu kerja keras dan latihan yang ekstra. Ya, emang sih rejeki udah ada yang ngatur, tapi untuk kesuksesan dan keberhasilan kita kembali pada semangat dan usaha kita sendiri. Semoga para atlet ini bisa terus berkarya, mengharumkan nama Bali dan Indonesia sampai kapanpun. We’re proud of you!

Comments

comments