Ada Hubungannya dengan Rahina Saraswati, Begini Uniknya Perayaan Rahina Pagerwesi di Buleleng

Mana nih semeton dari Buleleng? Besok ‘kan Rahina Pagerwesi, rahina yang dimana jadi hari raya terbesar di Buleleng. Istilahnya jadi ‘Galungannya’ Buleleng gitu. Uniknya perayaan rahina yang satu ini harus kalian tahu nih, apalagi sesama nyama Bali, biar tahu bedanya apa aja dan segi uniknya dari mana. Yuk, kita kepoin bareng.

uniknya perayaan
Eling ragane mebakti, semeton |Source: https://denpasartourism.com/

Rahina Pagerwesi yang Ada Kaitannya dengan Rahina Saraswati

Kalau ke pura inget pakai masker dan jaga jarak ya |Source: https://www.denpasarkota.go.id/

Kedua rahina ini ternyata memiliki hubungan yang sangat kuat guys. Hubungannya ini nggak terlepas dari ilmu pengetahuan dan teknologi. Jadi, runtutan rahinanya tuh kayak gini :

  • Rahina Saraswati yang jatuh pada Saniscara (Sabtu) Umanis Wuku Watugunung adalah hari dimana ilmu pengetahuan turun. Makanya, kita disuruh buat ngumpulin buku dan setelah itu bakal dibantenin ‘kan. Kita memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan manifestasinya Dewi Saraswati supaya bisa menjadi pribadi yang berilmu baik dan menyebarkannya dengan baik pula.
  • Keesokan harinya, Redite (Minggu) Paing Wuku Sinta adalah Banyu Pinaruh. Banten yang dihaturkan diatas buku akan dibawa ke pantai dan kita disuruh untuk mandi. Ini bertujuan untuk menyucikan dan membersihkan diri kita. Sebenarnya nggak cuman pantai, bisa juga ke mata air lainnya dan melakukan melukad.
  • Rahina Soma Ribek yang jatuh pada Soma (Senin) Pon Wuku Sinta adalah hari dimana kita memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan manifestasinya Sang Hyang Sri Amerta yang sudah memberikan kemakmuran berupa bahan pangan. Berterima kasih gitu lho karena sudah diberikan makanan dan hidup karenanya.
  • Rahina Sabuh Mas ini terjadi sehari setelahnya yakni pada Anggara (Selasa) Wage Wuku Sinta. Rahina ini disebut-sebut sebagai hari dimana kita sebagai manusia akan menerima pahala dan rezeki jika sudah menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan baik. Di rahina ini pemujaannya ditujukan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan manifestasinya Hyang Mahadewa, mengucapkan syukur akan ilmu pengetahuan dan harta benda yang sudah diberikan.
  • Terakhir, Rahina Pagerwesi yang jatuh pada Buda (Rabu) Kliwon Wuku Sinta. Sesuai namanya, Pager itu berarti Pagar (pelindung) sedangkan wesi berarti besi. Ini maksudnya sebagai pembatas atau perlindungan terhadap ilmu pengetahuan yang sudah digunakan. Biar bisa dipelihara dan dijaga serta menjadi pegangan hidup bagi umat manusia yang senantiasa kuat, suci dan tidak disalahgunakan.

Uniknya Perayaan Pagerwesi di Buleleng

Nah, setelah tahu Rahina Pagerwesi ada hubungannya dengan Rahina Saraswati, sekarang kalian juga harus tahu betapa unik perayaannya di Buleleng. Pasti pernah ngeh ‘kan kalau pas Galungan semeton Buleleng ngerayainnya biasa aja, tapi pas Pagerwesi malah meriah banget. Bahkan bikin lawar juga dan makan bareng-bareng. Jadi, di Buleleng ada tuh namanya Penampahan Pagerwesi. Mereka bakal bikin lawar, terus ngundang tetangga, kerabat dan keluarga buat makan rame-rame. Mz mikirinnya aja udah seru, apalagi beneran ikutan dateng ya.

uniknya perayaan
Ini nih yang namanya Tradisi Memunjung |Source: https://radarbali.jawapos.com/

Inilah juga menjadi alasan mereka pulang kampung rame-rame, entah naik motor atau mobil biar bisa ngangkut seluruh anggota keluarga. Terus yang paling unik adalah tradisi memunjung. Dikutip dari tatkala.co by Made Adnyana Ole, tradisi ini dilakukan tepat pas Rahina Pagerwesi, kuburan akan diserbu warga Desa Adat Buleleng pada pagi hari yang datang bawa punjung (isinya lengkap sama nasi, lauk pauk, kue, sayur dan buah-buahan). Sengaja tuh bawanya banyak dan dihaturkan di atas makam anggota keluarganya, nanti bakal disurud (ngambil yang sudah dihaturkan tadi) dan surudannya inilah yang akan dimakan bareng-bareng. Ya, sebelas dua belas sama tamasya gitu dah, cuman bedanya ini di kuburan. Tapi, ini dilakukan kalau misalnya anggota keluarganya ini belum diaben, nanti kalau udah diaben ya nggak ngelakuin memunjung tadi. Soalnya kalau udah diaben dianggap nggak ada hubungannya sama duniawi lagi gitu. Jadinya nggak setiap waktu tradisi memunjung ini bisa diadakan.

Topik kali ini menarik banget nih, diawali dari hubungan dua rahina terus sampek uniknya perayaan Pagerwesi di Buleleng. Inget sembahyang ya guys, haturkan canang dan banten di sanggah masing-masing. Kalau mau ke pura, usahakan pakai masker dan jaga jarak. Dumogi setate rahayu.

Comments

comments