Selain sebagai Ungkapan Rasa Syukur, Tradisi Ngerebeg ada Kaitannya dengan Gunung Agung

332
views
tradisi ngerebeg

Sebuah tradisi dari Desa Tegalalang yang merupakan sebuah tradisi sakral dan dipercaya sebagai salah satu wujud syukur atas apa yang diberikan kepada Ida Sang Hyang Widhi atau Tuhan Yang Maha Esa. Tradisi Ngerebeg sebutannya yang dilaksanakan sehari sebelum piodalan di Pura Duur Bingin, Desa Tegallalang.

Pas banget kan jika berliburan ke Desa Tegalalang sambil menyaksikan keseruan para anak-anak kecil yang antusias banget untuk mengikuti tradisi Ngerebeg ini. Tapi kenapa banyak sekali anak kecilnya disini ya? Ternyata oh ternyata, berdasarkan Bali Express, konon Sesuhunan di Desa ini sangat menyukai anak kecil.

Bukan disayangin seperti Wewe Gombel ya, melainkan lebih seperti sangat senang melihat semangat-semangat anak kecil untuk ikut ngayah tanpa ada beban sedikitpun di hati.

Dulu pernah ada orang tua yang melarang anaknya untuk ikut ngayah dan terjadilah sebuah mala petaka. Makanya tidak ada yang berani menghalangi anak-anaknya untuk ikut ngayah, padahal ngayah ini kan baik sebenarnya dibandingkan melakukan hal-hal yang kurang produktif.

Sebelum dimulai, sudah pasti akan ada banyak rangkaian ritual yang harus diikuti oleh para pengayah, seperti melukat, hingga Megibung. Kalau megibung saat tradisi ini sih sebagai salah satu simbol nunas pica alit atau meminta keselamatan kepada Ida Sesuhunan di Pura Duur Bingin yang berupa Manifestasi Ida Sang Hyang Widhi berwujud Rangda dan sepasang Barong Landung Cewek dan Cowok.

Baca juga:  Bersyukur Bungkak Ada Di Muka Bumi, Ternyata Begini Manfaatnya

Hubungan Tradisi Ngerebeg dengan Gunung Agung

tradisi ngerebeg
Tetap berhubungan | Sumber gambar: instagram

Saat proses Ngerebeg ini ada juga rirual caru atau yadnya yang ditujukan kepada para Sesuhunan sebagai bentuk rasa syukur warga Desa Tegalalang. Caru tersebut menggunakan seekor anak sapi atau orang Bali menyebutnya Godel yang dipersembahkan setiap 3 tahun sekali.

Ternyata dibalik caru ini juga ada hubungannya terkait Gunung Agung. Melalui pencaruan ini diharapkan agar kondisi Gunung Agung kembali kondusif seperti semula. Benar juga sih, karena Gunung Agung tidak hanya memberikan kesuburan bagi warga Karangasem aja, tetapi warga Tegalalang juga terkena imbas kesuburannya.

Belum lagi erupsi Gunung Agung yang kini masih tak kunjung habisnya. Makanya lewat pencaruan ini juga diharapkan agar tidak memakan satu pun korban jiwa.

Hiasan menarik dalam Tradisi Ngerebeg layaknya Wong Samar

tradisi ngerebeg
Pasti seru | Sumber gambar: instagram

Inilah yang menjadi daya tarik kenapa kamu wajib datang ke Desa Telagagang saat berlangsungnya tradisi Ngerebeg ini. Hiasan badan dengan penuh cat air dengan berbagai kreasi kreatif  (sampai ada motif Captain America) bikin tradisi ini benar benar meriah. Hal ini sebagai salah satu simbol dari Wong Samar atau makhluk halus di Bali.

Baca juga:  Masih Adakah yang Mau Jadi Sukla Brahmacari Di Jaman Milenial Ini?

Namanya tradisi di Bali yang tidak cuman ditujukan kepada Tuhan aja, melainkan kepada para makhluk-makhluk halus ini pun juga ada, karena mereka juga termasuk ciptaan Tuhan, jadi tetap diperhatikan.

Sontak kegembiraan selama perayaan ini menghiasi wajah para pengayah yang ikut berpartisipasi sebagai wujud Wong Samar.

Kalau dilihat-lihat ini bisa dijadikan sebuah Festival lho dan pastinya akan mengundang wisatawan untuk berkunjung ke Desa Tegalalang. Pastinya suasana Ngerebeg juga akan berbeda kalau dijadikan sebuah ajang festival oleh Pemerintah Tegalalang tanpa mengubah sedikitpun prosesi upacaranya.

Setelah selesai, maka para pengayah pun wajib kembali ke pura untuk melakukan persembahyangan lagi. Sebab selama ikut ngerebeg dianggap masih sebagai tapakan Wong Samar. Setelah itu, baru deh membersihkan diri di beji Pura Taman desa setempat.

Tertarik untuk berkunjung? Silahkan update terus tanggal perayaan Ngerebeg ini di Tegalalang, Gianyar, Bali.

Comments

comments