Tirta Pingit Pura Durga Kutri Sang Penetralisir Mala Pekarangan Rumah Kamu

495
views
tirta pingit

Sebuah mitos yang sampai saat ini dipercaya oleh warga Desa Buruan Blahbatuh, Gianyar adalah adanya sebuah tirta yang bisa menetralisir mala atau sesuatu yang bersifat kotor berada di pekarangan rumah kamu. Entah itu wabah penyakit atau sesuatu yang berbau magis juga bisa dinetralisir menggunakan tirta ini.

Kenalin Tirta Pingit, sebuah tirta sakral yang hanya bisa kamu jumpai di Pura Durga Kutri. Uniknya tirta ini cuman keluar pada hari-hari tertentu aja. Tirta ini juga digunakan untuk meditasi, Ngerajeg Karya Agung, dan hingga sebagai pamuput upacara Pitra Yadnya

Dikutip dari Kalender Bali, salah satu pengayah dari Pura Durga Kutri, I Nyoman Sudarmadi mengatakan, kalau dulu pernah terjadi sebuah wabah penyakit dan mendadak masyarakat mengalami sakit yang serentak. Setelah itu, Tirta Pingit ini yang menghilangkan semua wabah penyakit yang terjadi di wilayah Gianyar pada saat itu.

Serem juga ya, udah kayak cerita Calonarang yang bisa bikin warga satu desa terserang penyakit. Kalau ingin mendapatkan tirta ini, katanya sih harus mempersiapkan segala sarana banten yang cukup besar dan nunas atau meminta tirta ini tidak boleh sembarangan, harus sesuai pada waktu dan orang yang tepat alias harus melalui Jero Pemangku dengan banten yang lengkap.

Kalau semua itu sudah kamu penuhi, maka tirta ini bakalan keluar dengan sendirinya di sebuah goa kecil berada di tebing penataran pura. Baru deh setelah itu kamu bisa memberikan tirta ini untuk kerabat kamu yang sedang dilanda musibah mala.

Pantangan saat nunas Tirta Pingit di Pura Durga Kutri

tirta pingit
Jangan pernah dilanggar ya | Sumber gambar: jawapos

Selain sarana banten dan orang yang tepat, masih ada nih beberapa pantangan yang tidak boleh kamu langgar saat memasuki areal Pura Durga Kutri, dimana pantangan tersebut adalah orang yang lagi cuntaka akibat kematian atau lagi datang bulan.

Terus buat kamu yang sedang hamil juga tidak boleh dan saat mau ke pura ini dilarang berpakaian kebaya di atas lengan bagi perempuan. Jangan coba-coba dilanggar deh, biar hidup kamu aman-aman aja dari marabahaya.

Kalau dilanggar gimana? Tanggung sendiri akibatnya kalau kamu masih tidak percaya, karena menurut cerita jika kamu melanggar bakalan dikenai sanksi adat berupa ngaturang banten guru piduka yang dimaksudkan untuk permohonan maaf. Paling ngerinya sih saat kamu hamil tetap kesana dan akibatnya saat lahir anak kamu bisa mengalami keterbelakangan mental, tapi paling parahnya bisa sampai keguguran.

Masa separah gitu sih? Bali memang seperti itu, karena tempat suci di Bali tidak boleh seenaknya kamu bertingkah kayak di rumah. Tujuannya hanya untuk menjaga dan menghormati tempat-tempat yang dianggap suci dan sakral. Suka tidak suka, percaya tidak percaya emang seperti itu adanya.

Comments

comments