Ternyata Begini Pantangan Sebelum Berubah Menjadi Leak

144
views
berubah menjadi leak

Berubah menjadi Leak juga ada beberapa caranya serta pantangannya. Tidak mudah bagi seseorang untuk belajar ilmu Leak ini. Ilmu Bali yang terkenal dengan berbagai tingkatan ini dalam mempelajarinya pun harus ada guru spirital yang senantiasa membimbing kamu.

Cuma sekarang kamunya aja gimana mempergunakan ilmu ini, entah untuk balas dendam atau hanya  untuk menambah pengalaman kamu aja. Yang pasti berdasarkan @calonarangtaksu sebelum kamu belajar ilmu ini, pertama harus diketahui hari lahir atau otonan Bali kamu, biar nantinya tidak celaka saat belajar ilmu ini. Maklum otonan Bali juga berpengaruh terhadap kehidupan kamu, makanya selalu ingat hari otonan kamu

Nah, setelah itu baru dilanjutkan proses belajarnya, di mana kamu harus mewinten Brahma Widya, kalau dalam bahasa lontarnya Ngerangsukang Kawisesan (memasukan kesaktian) dan hari baikpun tentunya dipilih oleh Sang Nabe atau guru.

Selanjutnya, kamu akan diperkenalkan dengan sebuah aksara baku bernama Aksara Wayah atau Modre, di mana aksara ini tidak dapat dieja (udah percayakan sama gurumu aja). Kemudian, kini saatnya kamu di Rajah pada seluruh badan kamu, dari atas sampai bawah dan proses merajah ini dilakukan di Setra pada saat hari Kajeng Kliwon Enyitan.

Berubah menjadi Leak tidak semudah yang kamu pikirkan

berubah menjadi leak
Berani coba kah? | Sumber gambar: paduarsana

Masih banyak proses panjang sebelum kamu benar-benar menguasai ilmu ini. Soalnya ada momen di mana kamu akan diajarkan untuk “Nyungsang Idep” yaitu membalikan pikiran, semua hal yang tidak baik harus dipikirkan menjadi suatu yang baik, begitu juga sebaliknya sambil menghirup kotoran ayam atau istilah yang sering dikenal dengan “Nyolek-nyolek Tain Belek”.

Baca juga:  Hubungan Leak Cambra Berag Dengan Dewi Saraswati

Uniknya apabila bau kotoran ayam yang kamu cium lama kelamaan baunya berubah menjadi harum, pertanda kamu sudah lulus pada tingkat pembelajaran pertama. Proses selanjutnya adalah menjilat tungku perapian atau orang Bali menyebutnya “Bungun Paon”.

Momen yang selalu ditunggu adalah saat kamu akan bersiap menari-nari di kuburan atau Setra lengkap dengan saranan sanggah cucuk dan beberapa sesajen. Eaa…, setelah itu barulah kamu akan mulai merasakan sensasi Ngeleak yang sesungguhnya, seperti video Celokontong Mas “Melajah Ngeleak” saat tampil di Pura Desa Ubud tahun 2014.

Ini salah satu jenis Ilmu Leak yang instan sih sebenarnya, karena kamu tidak perlu dirajah atau mengikuti segala ritual yang membutuhkan kesiapan mental. Tinggal ambil sabuk Meme, dibacain mantra sesuai prosedur, langsung deh berubah jadi Leak.

Pada pementasan Calorang di video ini, beberapa jenis Ilmu Leak, seperti Leak Pengetengan Iyang didapatkan dengan cara membeli kepada Balian, hingga Leak Pengiwa Sempurna, yaitu jenis Ilmu Leak yang sudah tingkat tinggi, di mana ilmu ini sudah tidak perlu tumbal manusia. Widih, tumbalnya lho nggak main-main.

Setelah menjadi Leak, ada beberapa sumpah yang harus kamu patuhi, sepert hormat kepada ajaran yang diberikan sama Guru Leak kamu, selalu menyembah Siwa dan Durga dalam bentukI lmu Kawisesan, tidak boleh pamer kesaktian dan selalu menjalankan kebaikan, dilarang makan daging kaki empat dan tidak boleh ML dengan orang lain, kecuali sama pasangan kamu aja, dan Dilarang menyakiti seseorang dengan ilmu yang kamu miliki.

Baca juga:  Jangan Coba-Coba Ke Pura Tanah Lot Sama Pacar!

Lah kok positif semua nih, bukannya Ilmu Leak itu jahat? Sesuai penjelasan sebelumnya, ilmu ini ibarat pedang bermata dua, jadi kembali kepada seseorang yang menekuni Ilmu Leak ini mau digunakan untuk apa yang jelas pada dasarnya Ilmu Leak merupakan sebuah ilmu pertahanan dan salah satu cara untuk membuka seluruh cakra dalam tubuh kamu.

Tapi ini hanya sekedar cerita untuk saling berbagi dan jangan telalu mengkambing hitamkan ilmu ini, karena ilmu ini adalah salah satu warisan dari leluhur kamu yang harus tetap dijaga.

Tidak perlu dipelajari jika tidak niat untuk ke sana, namun alangkah baiknya beberapa Sabuk Rerajahannya hendaknya kamu simpan baik-baik agar tidak dicuri oleh orang yang ingin menggunakannya untuk kejahatan.

Comments

comments