Hiii Seram! Badan Kamu Bisa Bergerak Sendiri Saat Menarikan Tarian Ini

74
views
sang hyang memedi

Mengenal lebih jauh mengenai tari Bali, ada beberapa sesuatu yang susah untuk dipahami, seperti salah satunya tari sakral yang bukan menjadi sebuah ajang untuk hiburan, melainkan sebagai salah satu cara umat Hindu di Bali sebagai salah satu ritual pemanggilan roh atau sebagai penolak marabahaya.

Namanya tari sakral udah pasti berbau magis dan menjadi sebuah tradisi yang akan selalu ada dalam kehidupan masyarakat Hindu di Bali. Sekarang Mz mau nanyak sama kamu nih, pernah dengar Tari Sang Hyang Memedi ga? Terbesit pertama dipikiran kamu ini tarian ditujukan untuk para memedi ya, kenyataan tidak seperti itu.

Namanya aja sih Memedi, tetapi tarian ini memiliki fungsi sebagai pelengkap suatu upacara untuk mengusir wabah penyakit yang sedang melanda suatu desa atau daerah. Berdasarkan sumber dari Bali Express, tarian ini memang digunakan sebagai penetralisir wabah penyakit ataupun kekuatan black magic.

Kostum dalam tarian ini sungguh klasik dan tidak ada hiasan-hiasan emas seperti penari pada umumnya, di mana sang penari mengenakan pakaian berupa dedaunan kering, serta serat akar pohon. Oh ya, hampir lupa, penari dalam tarian ini biasanya adalah seorang pria berjumlah 3 orang dan pas menari mereka bertiga menjadi agak seram gayanya.

Tari Sang Hyang Memedi, penarinya bisa langsung menari

Ceritanya hampir mirip dengan Wayang Wong di Tejakula, Bali dimana orang yang ditunjuk sebagai penari awalnya memang tidak bisa sama sekali menari, namun kenyataannya saat mengalami kesurupan, para penari ini mendadak bisa menari dengan lihainya.

Baca juga:  Mandi Di Pantai Baluk Rening bisa Obati Rematik dan Asam Urat Lho

Tidak ada sebuah gerakan yang bisa dihafal dalam melakukan gerakan Tarian Sang Hyang Memedi ini, karena saat sudah kesurupan, biasanya berlarian kesana kemari mengelilingi pura, berloncatan dan tertawa tak karuan. Bisa disebut ini gerakan abstrak yang sesuai dengan kondisi saat kesurupan.

This is Bali dan apapun bisa saja terjadi disini. Masyarakat Bali sangat menghormati segala sesuatu yang tidak terlihat dan mempercayainya dengan segenap rasa karsa melalui berbagai kesenian budaya Bali.

Lagu untuk mengundang para Memedi untuk menari bersama

sang hyang memedi
Ini versi Tari baris Memedi | Sumber gambar: Twitter

Namanya orang Hindu di Bali menjunjung tinggi konsep Tri Hita Karana, jadi hidup berdampingan dengan segala yang ada di alam ini sedah seharusnya dijalani, seperti tarian ini yang juga mengajak para makhluk halus untuk ikut menari, khususnya para Memedi. Caranya menyanyikan sebuah nyanyian pemanggil Memedi saat pementasan Tarian Sang Hyang Memedi.

Tidak cuman Kuntilanak aja terkenal dengan “Lengser Wengi”-nya, tetapi lagu pemanggil Memedi ini juga tidak kalah ngerinya dan masih ada di Bali. Berikut lirik laginya:

Ye memen bajra luas ke setra,
kautus ngundang Memedi.
Memedi pada kaundang,
ane peceng, perot kaundang.
Memedi gigine putih poleng,
irik irikin je kuda wake.
Wake enyak teken iya,
iya enyak ngajak wake.
Cikapak aji dungkul mengebeng,
Luas kija, kaundang, menginutin rejang Jawa.
Sada teka egah egoh mengabang dadongne kahwan.

Nyanyian inilah yang digunakan sebagai pengiring tarian ini dan gerakan tarinya mengikuti melodi yang dinyanyikan dalam tiap lirik lagu Memedi ini. Secara tidak langsung, melalui tarian ini diajarkan untuk tetap menghormati segala jenis ciptaan Tuhan, salah satunya Memedi ini.

Baca juga:  Serius! Cita-Citanya Marmar Herayukti Dari Kecil, Jadi Tattoo Artist

Kamu tahu sendiri kalau Memedi ini memang salah satu makhluk halus yang memiliki sifat jahil dan suka menyembunyikan sesuatu, seperti contohnya kayak sesorang anak kecil yang diculik sama Memedi saat sandikala atau sore menjelang malam. Makanya saat jam sandikala jangan pernah main ke sungai, hutan atau tempat angker lainnya, karena memang tidak boleh dilakukan.

Udah jahil kenapa tidak diusir aja? Begitulah uniknya Bali, secara tidak langsung kamu diajarkan untuk tetap bisa hidup berdampingan dengan sesuatu yang tak kasat mata. Cukup menghormati mereka dan selalu ingat mereka itu sebenarnya ada, maka hidup kamu bakalan lebih balance kepada alam.

 

Comments

comments