Sore Hari Jadi Hal Yang Paling Spesial. Kenapa?

0
151
views

Guys, kalian semua pasti suka dengan pantai dong? Apa lagi dengan suasana senja alias matahari terbenam a.k.a sunset. Suasana senja di pantai memang terasa menyenangkan dan juga menenangkan pikiran, terlebih lagi jika menikmatinya bersama pasangan, pastinya akan lebih romantis. Dan bagi kalian yang menginginkan suasana sunset yang beda dari biasanya, kalian bisa cobain untuk datang ke lokasi pantai tersebut, saya akan memberikan imformasi lokasi tersebut yaitu pantai Cemangi di desa Mengwi, Tabanan, sebagai gambaran setelah Canggu dan sebelum Tanah Lot dan pantai Kuta.

Kita cukup beruntung sih tinggal di Bali

Bali yang memiliki wilayah perairan yang luas menjanjikan banyaknya pantai-pantai yang siap melahirkan pemandangan sunset-sunset yang indah.

Tidak semua pantai bisa memberikan pemandangan sunset yang spektakuler lho. Yah seperti halnya tidak semua mantan bisa memberikan kenangan yang bikin susah move on. Keindahan sunset di pantai ini biasanya dipengaruhi oleh posisi dari pantai ini. Apakah sisinya tertutup tebing dan masih banyak hal yang lainnya.

Anda tentu bisa melihat bahwa warna matahari saat terbit dan tenggelam adalah sama, yaitu berwarna kemerahan, dan bentuk matahari menjadi lebih besar dari biasanya. Mengapa kok bisa begitu? Berikut ini mungkin Masbrooo biasa analisa yang menjelaskan itu semua.

Saat matahari terbit dan terbenam maka langit sebagian akan berwarna merah, langit berwarna biru, dan cahaya langit terpolarisasi paling tidak sebagian. Fenomena ini dapat dijelaskan atas dasar penghamburan cahaya oleh molekul atmosfer. Penghamburan cahaya oleh atmosfer bumi bergantung kepada panjang gelombang. Untuk partikel-partikel yang jauh lebih kecil dari panjang gelombang cahaya seperti molekul udara. Partikel-partikel tersebut tidak merupakan rintangan yang besar bagi panjang gelombang yang panjang dibandingkan yang pendek. Penghamburan berkurang, cahaya merah dan jingga dihamburkan lebih sedikit dari biru dan ungu, yang merupakan penyebab langit berwarna biru. Pada saat matahari terbenam, dipihak lain, berkas cahaya matahari melewati panjang atmosfer maksimum. Banyak dari warna biru yang telah dikeluarkan dengan penghamburan. Cahaya yang mencapai permukaan bumi berarti kekurangan biru, yang merupakan alasan matahari terbenam berwarna kemerahan

Ketika matahari hampir terbenam, hamburan cahaya yang frekuensinya yang rendahlah yang lebih banyak sampai ke kita, sehingga kita menyaksikan langit berwarna jingga atau merah. Kita ingat untaian cahaya tampak dalam spektrum cahaya, merah-jingga-kuning-hijau-biru-ungu. Dari urutan merah sampai ungu, frekuensinya semakin tinggi. Jadi warna-warna yang mendekati merah memiliki frekuensi cahaya tinggi, dan warna-warna yang mendekati ungu memiliki frekuensi cahaya rendah..

Duh, agak ruet sih ini. Ya cukup tau aja. Selamat nyore!

Comments

comments

Previous articlePUTRI CAHAYA: TAU KAPASITAS DIRI SENDIRI
Next articleBiasa Itu Membosankan
hyyyy....guys Diatas langit, masih ada langit,Naikilah selalu langit di atasmu itu. jangan patah hati lihat orang lain di atas dari mu..
SHARE

LEAVE A REPLY