SKATURDAY NIGHT FEVER

0
176
views

SkaturdayNightFever

“Kapan sih ada acara ska? Kangen nih!”, celoteh seorang teman di media sosial Twitter. Lalu Masbrooo kasi aja poster event ini “SKAturday Night Fever”. Yap! Seperti namanya, ini emang event musik ska. Jadi kebetulan Masbrooo diundang ke acara itu, oleh temen-temen dari komunitas Moddes Scooter (Siapakah itu? Baca donk Masbrooo #2), dan acara ini GRATIS! Tuh, ngga ada alesan buat ngeluh kan?

Acara ini dilaksanakan tanggal 28 Desember tahun kemaren, tempatnya di Resto Bebek Kuning, di Jalan Astasura 97, Peguyangan, Denpasar. Kok bisa gratis sih? Pinter! Jadi dalam sebulan, Resto Bebek Kuning ini emang ngadain 2 kali acara musik gratisan, dari berbagai genre. Dan kali ini ska yang kebagian jatah. Dan berkat bantuan dari Moddes Scooter dan Bali Ska Foundation, jadilah acara ini. Tepuk tangan dulu donk!

Start jam 7-an malem, acara ini dibuka oleh perform dari DJ Ombet. Lagu-lagunya juga asik nih! Ada ska, reggae, dan rock steady. Pop cemen lewaaatt..

Dan sekitar jam 8-an, Wangi Ska naik panggung. Yang ini ngga kalah asik. Time Bomb! Lagu epic dari Rancid ini dibawain, dan berhasil membuat beberapa orang berjingkrak-jingkrak mengikuti irama. Belum lagi Redemption Song-nya Bob Marley yang di-cover ala mereka. Wahh, pecahhh Brooo!

Orang-orang pun mulai rame berdatangan, kira-kira jam setengah 9. Dan tak lama, terererettt, Lentera Merah beraksi. Kalo yang ini emang massanya lumayan, Brooo! Berbekal genre post-ska (atau bisa ke skinhead oi juga), makin malem menjadi semakin asik! Musik-musik cover dari Cock Spearer dan The Gross dialunkan, menambah greget dari perform-nya.

SkaturdayNightFever2 SkaturdayNightFever4

Dan menjelang jam 11, yang ditunggu-tunggu, Rude Bois Ska Foundation All Star siap menutup acara ini. Kenapa All Star? Jadi ini emang merupakan gabungan dari beberapa band ska asal Solo dan Bali. Jadi semacam dedengkot-dedengkot ska dalam 1 kemasan. Beberapa lagu dari band The Glow, The Suspender, membuat orang-orang yang tadi udah pecah, dibikin makin pecah lagi (kaya gimana itu, Brooo?). Yang pasti, makin malem jadi makin klimaks, makin becek (eh).

Totalan sih yang dateng ke acara ini emang para penikmat ska, yang notabene ngga sebanyak para penikmat lagu pop melayu sih. Cuma ya, yang patut digarisbawahi, hasilnya acara ini jadi berkesan dan ngangenin. Penontonnya pun emang asli bukan bayaran. Jogetnya refleks bukan hasil koreografian. Dan yang pasti juga, perform band-nya live, Brooo! Bukan lipsync! Rajin-rajin aja deh bikin acara beginian, demi musik Indonesia yang lebih beragam dan tentunya lebih asik!

Comments

comments

LEAVE A REPLY