Benarkah Ini Pelaku Kejadian Mistis Colek Pamor di Tahun 2005?

701
views
pamor

Nih Mz ngga tau ya kamu waktu itu masih bocah apa lupa apa gimana. Yang pasti dulu sempet heboh colek pamor di Bali, itu sekitar tahun 2005.

Colek pamor itu apa? Colek pamor itu adalah kegiatan mencolekkan pamor ke suatu media tertentu. Pamor itu adalah mentahan kapur. Dan di tahun 2005 itu colek pamor heboh dengan motif tapak dara.

Tapak dara itu apalagi? Tapak dara ini simbol sederhana dari Swastika dalam masyarakat Bali. Di-simple-in, jadinya gini:

Simbol tapak dara
Kaya gini kalo Swastika di-simple-in. Jadi lambang (+)

Maknanya? Kalo di Bali, tapak dara ini melambangkan keseimbangan. Garis vertikal melambangkan hubungan manusia dengan Tuhan, dan garis horizontal melambangkan hubungan manusia dengan makhluk hidup lainnya. Tapak dara juga biasanya dipake buat menjauhkan hal-hal negatif. Mungkin itu juga kenapa lambangnya (+). Biar positif gitu!

Gimana hebohnya colek pamor ini?

Nah saat itu, Februari 2005, deketan dengan bencana tsunami di Aceh. Nah, di Bali ini beredar kabar bakal terkena tsunami pada waktu itu. Dan secara tiba-tiba, beberapa pelinggih (bangunan) Pura, dan Sanggah (Pura kecil keluarga) masyarakat di Bali berisi lambang tapak dara dengan pamor. Yang bikin heboh, jumlahnya ini ngga sedikit!

Baca juga:  Clara Listya Dewi, Cewek Cantik yang Penuh Pengabdian
tapak dara
Nih, kaya gini lukisan colek pamor yang umumnya. | Sumber: Sejarah Bali

Bahkan goresan colek pamor ini pun ada di Pelangkiran (tempat sesajen) rumah dinas Pak Made Mangku Pastika, yang saat itu masih menjabat Kapolda Bali. Beliau tau akan hal itu pas pulang dari Jakarta. Dan seperti yang disebut Tempo, menurut Pak Mangku saat itu, pas ditinggal ke Jakarta rumah dinas Pak Mangku Pastika dikunci rapat, bahkan dijaga polisi 24 jam. “Rumah saya dijaga 24 jam. Tak mungkin ada orang bisa masuk kamar tanpa ketahuan,” gitu katanya. Nah lho!

Gimana respons warga saat itu? Kaget, udah jelas. Bahkan ada yang nyoba buat menghapus coretan colek pamor itu. Hasilnya? Kerauhan. Makanya, akhirnya didiemin aja sama warga.

Lalu siapakah yang berani-beraninya mencorat-coret pelinggih, dan berani menerobos masuk ke rumah Pak Mangku Pastika? “Saya bukan paranormal. Ini miracle. Sebuah keajaiban. Believe it or not, but I believe it. Ini bukan perbuatan manusia. Ini ada aspek niskala (maya),” kata Pak Mangku Pastika. Bahkan, setelah sample pamor itu dibawah ke Lab Forensik Polda Bali, hasilnya masih samar. “Setelah menilik faktanya, saya lihat ini tanda yang diberi Tuhan Yang Mahakuasa,” jelasnya lagi.

Baca juga:  Umat Hindu Milenial Wajib Tau, Ternyata Gini Tujuan Upacara Melasti

Namun hal berbeda disampaikan oleh Ketua II Saba Sulinggih Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali, Ida Pedanda Gede Bang Buruan Manuaba seperti yang dilansir dari Merdeka. Katanya hal itu dilakukan oleh ulang si tangan-tangan jahil yang nyari popularitas aja. Bahkan Beliau mengatakan, akibat perbuatan dari orang yang tidak bertanggung jawab itu, Sanggah dan Pura yang mendapat coretan kapur putih perlu segera diprascita (dibersihkan secara ritual).

Nah, jadi mana nih yang bener?

Berita itu sempet heboh kira-kira sebulan, lalu lambat laun, perlahan hilang seperti bayangan mantan dan menjadi sebuah legenda.

Comments

comments