Menghubungi Dosen, Ada Etikanya Lho

0
56
views
menghubungi dosen

Belum lama ini Mz dapat informasi, katanya di Universitas Indonesia atau UI, Fakultas Ilmu Administrasinya mengeluarkan sebuah imbauan mengenai etika menghubungi dosen melalui telepon genggam. Imbauan itu dikeluarkan, lantaran ada keluhan dari para dosen terkait gaya komunikasi mahasiswa ke dosen. Mungkin ini kembali masalah tingkat baper sampai ada imbauan untuk menjaga etika saat mengubungi dosen. Tapi kalau Mz sih setuju dengan imbauan ini, biar mahasiswa ga semena-mena sama dosen.

menghubungi dosen
Kalo manis gini dosen di kampus kalian, ga mungkin kurang ajar | Sumber: news.unika.ac.id

Maklumlah dosen juga manusia, jadi mereka juga punya waktu untuk q-time alias qulity time diluar jam kuliah. Tapi ada juga dosen yang super woles, kapan aja bisa dicari dan dihubungi. Sebagai mahasiswa mendingan tetap berusaha menjaga etika sama dosen, walaupun kelihatannya dosen itu santai banget. Disinyalir dari Tempo. co, ga hanya mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi UI aja, tetapi Fakultas Hukum UI pun memberikan imbauan yang sama terkait etika komunikasi. Berikut adalah imbauan etika menghubungi dosen melalui telepon genggam.

  • Perhatikan kapan waktu yang tepat untuk menghubungi dosen. Pilihlah waktu yang biasanya tidak dipakai untuk beristirahat atau beribadah. Contoh: hindari menghubungi dosen di atas pukul 20.00 atau di saat waktu ibadah.
  • Awali dengan sapaan atau mengucapkan salam. Contoh: Selamat pagi Bapak/Ibu, atau Assalamualaikum (apabila kedua belah pihak sesama muslim).
  • Ucapkan kata maaf untuk menunjukkan sopan santun dari kerendahan hati Anda. Contoh: “Mohon maaf menganggu waktu Ibu/Bapak”.
  • Setiap dosen pasti menghadapi ratusan mahasiswa setiap harinya dan tidak menyimpan nomor kontak seluruh mahasiswa. Maka, pastikan Anda menyampaikan identitas Anda di setiap awal komunikasi/percakapan. Contoh “Nama saya Putri, mahasiswa Administrasi Negara Angkatan 2016, semester ini mengambil mata kuliah Hukum dan Administrasi Negara di kelas Ibu/Bapak”.
  • Gunakan bahasa yang umum dimengerti, tanda baca yang baik dan dalam konteks formal. Hindari menyingkat kata seperti ‘dmn, yg, ak, kpn, otw, sy’. Hindari kata ganti non formal seperti ‘aku, ok, iye, dll’.
  • Tulislah pesan dengan singkaty dan jelas. Contoh: “Saya ,memerlukan tanda tangan Bapak/Ibu di lembar pengesahan saya. Kapan kiranya saya dapat menemui Bapak/Ibu?”
  • Akhiri pesan dengan mengucapkan terima kasih atau salam sebagai penutup.
  • Contoh umum: Selamat pagi Bapak/Ibu, mohonmaaf menganggu waktu Bapak/Ibu. Saya Putri, mahasiswa Administrasi Negara angkatan 2015 yang saat ini sedangmenulis skripsi dan Bapak/Ibu sebagai pembimbingnya. Saat ini saya membutuhkan tanda tangan Bapak/Ibu pada lembar pengesahan saya. Kapan kiranya saya bisa menemui Bapak/Ibu? Terima kasih sebelumnya.

 

menghubungi dosen
Gimana kalau yang ini? Dijamin betah dikampus dan ga nakal lagi | Sumber: cdn.brilio.net

Kalian tahu sendiri juga, zaman sekarang emang agak anuan dari zaman dulu. Ingat dosen itu lebih tua dan derajatnya lebih tinggi dari mahasiswa, otomatis mahasiswa harus menghormati dosen dengan beretika yang baik dan sopan. Kita dari bangku sekolah dasar udah diajarin untuk saling menghormati antar teman sebaya ataupun orang yang lebih tua dari kita. Jangan lupa, kalau bukan karena dosen, kalian ga bakalan dapat ilmu seperti sekarang.

 

Comments

comments