Malem-Malem Kalo Bisa Jangan Lewat Jalan Raya Tjampuhan Ubud

2318
views
jalan raya tjampuhan

Keindahan daerah Ubud Bali mampu menyihir mata kamu untuk tetap betah berada disini.  Apalagi pas musim Hujan di Ubud makin seger banget kerasa liburan disini. Semua itu belum komplit tanpa beberapa rekomendasi tempat menginap di Ubud yang Murah Gila, jadi meskipun Ubud gaya liburannya mahal banget, tetapi tetap aja ada versi murahnya buat kamu yang bekelnya pas-pasan.

Selain keindahan alam Ubud, Bali, ternyata Ubud menyimpan sebuah cerita mistis yang bikin kamu berfikir 2 kali untuk melewati salah satu jalan di Ubud. Jalan ini kalo di siang hari emang tetap gelap kelihatan, karena diselimuti pepohonan yang lebat kayak di hutan. Kenalin Jalan Raya Tjampuhan, Ubud, Gianyar, Bali yang punya kisah mistis didalamnya,

Jalan Raya Tjampuhan Ubud dan keangkerannya

jalan raya tjampuhan
Hati-hati ya kalo lewat kesini | Sumber gambar: rozerambles

Ga cuman pepohonan rimbun aja yang menambah keseraman jalan ini, melainkan adanya kuburan dekat jalan tersebut. Memang benar sih sampai sekarang daerah Tjampuhan ini memang banyak terjadi hal-hal yang janggal dan masih menjadi misteri.

Ada dulu cerita seram disini tentang kecelakaan seorang siswi SMK bernama Sinta yang mengamali kecelakaan tragis disana. Berdasarkan Mistik Reunion saat Sinta berangkat ke sekolahnya siang itu dengan sepeda motornya, seperti hari-hari biasa, dia melewati jalan itu dengan santai dan tiba-tiba doi menabrak sebuah mobil dan tubuh doi tergeletak lemas. Langsung doi dibawa ke rumah sakit dan akhirnya nyawanya tidak bisa ditolong lagi.

Di Bali ada sebuah kepercayaan, ada kalanya dimana kematian seseorang yang tubuhnya belum di Aben atau minimal di upacarai akan menarik perhatian orang-orang yang berkekuatan mistis, atau orang yang meninggal secara tidak wajar dan belum di upacarai maka arwahnya akan tetap berada di tempat terakhir dia menghembuskan nafas terakhirnya.

Nah pas beberapa hari kejadian tersebut, ada sebuah upacara Ngiring Betara di Pura yang berada pas di bawah jembatan atau tepatnya di samping sekolah Sinta dan katanya sih Sinta ada dalam kerumunan upacara tersebut memakai pakaian adat berwarna putih. Orang-orang biasa aja terus melanjutkan upacara tersebut, karena belum mengetahui kalau doi udah meninggal.

Semenjak saat itu orang-orang mulai berhati-hati saat melintasi jalan tersebut dan ga lupa untuk selalu menyembunyikan klakson atau sekedar menyapa untuk permisi lewat Jalan Raya Tjampuhan. Kalo malem-malem mending hati-hati lewat jalan ini ya dan jangan sok-sok.an merasa hebat dengan menganggap ini sebagai isapan jempol belaka. Bali masih kental yang beginian dan orang Bali sangat menjunjung tinggi untuk saling menghargai antar sesama makhluk ciptaan Tuhan.

Comments

comments