Malam Siwaratri, Saatnya Kamu Mulai Merenung Semalaman

796
views
malam siwaratri

Siwaratri merupakan salah satu perayaan bagi umat Hindu di Bali yang jatuh tiap 1 tahun sekali. Malam Siwaratri ini tercipta dari sebuah cerita Lubdhaka yang secara tidak langsung melakukan tapa semalaman di atas pohon. Saat itu Lubdhaka lagi ketakukan dan kebingungan, karena lagi dikejar sama hewan buas, makanya semalaman Lubdhaka ga berani pulang dan memilih untuk begadang disana.

Saat di atas pohon, agar dia tetap terjaga, Lubdhaka memutuskan untuk memetik beberapa helai daun dan menjatuhkannya. Ternyata oh ternyata, dibawah pohon itu ada linggam Dewa Siwa dan secara ga langsung dia telah melakukan puja terhadap Dewa Siwa. Malam itu Lubdhaka juga merenungi berbagai kesalahannya yang telah dia perbuat selama ini. Pas banget begadangnya Lubdhaka membuahkan hasil dan Dewa Siwa merasa senang atas pemujaannya, lalu diberikan dia anugerah, serta dosa-dosanya dileburkan.

Malam Siwaratri saatnya kamu mulai merenung semua kesalahanmu

malam siwaratri
Intinya mau berubah | Sumber: baligolive.com

Banyak dijaman sekarang, anak muda dalam memaknai Hari Raya Siwaratri jadi gagal paham. Maksudnya mereka sembahnya bergerombolan bareng teman atau pacar, habis itu nyari makan dan lanjut nongkrong ga jelas semalaman. Padahal saat Siwaratri ini kesempatan buat kamu untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik kedepannya.

Siwaratri berdasarkan tulisan Gede Putra A di Kompasiana.com, bukan malam peleburan Dosa, karena ajaran Hindu tidak mengenal peleburan dosa. Dosa adalah hasil perbuatan (karma) yang tetap melekat pada diri dan harus berbuah (phala). Dalam Siwa Ratri diharapkan segera ada kesadaran agar terhindar dari papa (kegelapan pikiran dan jiwa) sehingga tidak menambah dosa. Oleh karena itu, pelaksanaan Siwaratri adalah refleksi diri untuk memelihara kesadaran agar terhindar dari dosa dengan selalu jagra, yakni sadar, eling atau melek terhadap perbuatan baik dan buruk.

Generasi muda Bali kalo mau merayakan hari Raya Siwaratri ini, minimal cukup dengan melakukan persembahyangan dan mulai merenungi kesalahan-kesalahan yang udah diperbuat. Setelah itu mencoba menjadi pribadi yang lebih baik lagi tanpa mengulangi kesalahan tersebut.

Comments

comments