Kerajinan Gong dan Gamelan “Sidha Karya”

0
4011
views

Kecamatan Blahbatuh dikenal dengan industri kerajinan gamelan Bali “Sidha Karya” milik Ir. Wayan Pager. Berlokasi di Banjar Babakan, Blahbatuh, Gianyar Bali, Wayan Pager menjalankan industri kerajinan gong dan gamelan.

Gamelan “Sidha Karya” telah berdiri selama 170 tahun dan kini “Sidha Karya” dijalankan oleh keturunan Pande Gambleran yang ke-7. Bisnis ini telah dilakukan secara turun temurun dari keluarga Pande Gamelan yang berasal dari daerah Klungkung. Ratusan barung gamelan telah dihasilkan setiap bulannya dan telah didistribusikan hingga seluruh pelosok nusantara seperti Kalimantan, Sulawesi, Lampung dan kota-kota besar di Indonesia lainnya.

Gong dan gamelan Bali
Satu, dua, tiga, empat… Oh, lengkap!

Selain didistribusikan dalam kancah domestik, gamelan “Sidha Karya” berhasil memasuki pasar internasional hingga negara Perancis, Amerika Serikat, Jepang, dan Swiss. Kini, industri kerajinan ini telah mempunyai sekitar 30 orang karyawan. Jenis gamelan yang dihasilkan oleh gamelan “Sidha Karya” beragam seperti Gong Kebyar, Semara Dahana, angklung, dan Gong Gede. Dengan kisaran harga Rp 200.000.000 – Rp 300.000.000 satu set Gamelan Bali ditawarkan.

Kerajinan gong dan gamelan “Sidha Karya” selalu mempertahankan kualitas demi menjaga keunikan gamelan yang dihasilkan. Banyak wisatawan asing yang menjadikan industri kerajinan gong “Sidha Karya”menjadi salah satu destinasi wisata mereka. Kegiatan yang dilakukan di “Sidha Karya” adalah perkenalan jenis-jenis alat musik tradisional Bali yang dihasilkan seperti Gong Besi, Gong Luwang, Gamelan, Saron, Selonding Kayu, dan lain-lain. Wisatawan juga diperlihatkan bagaimana pembuatan gong dan gamelan, mereka dapat pula bebas mengambil foto asal tidak menganggu proses pembuatan gong dan gamelan. Kegiatan ini tidak dipungut biaya sehingga wisatawan dapat bebas berkunjung kapanpun untuk mempelajari alat musik tradisional Bali.

Comments

comments

Previous articlePURI AGENG BLAHBATUH
Next articleSANGGAR TARI WINDU CANDRA BUDAYA
Berbagi dimulai dari keikhlasan, jangan jadi orang lain tapi jadi lebih baik dari orang lain, penggemar mie-miean, Love SERINGAI dan sejenisnya lagi sibuk belajar out of the box
SHARE