Gerhana Bulan Bali Pertanda Kala Rau Mau Menelan Dewi Ratih

339
views
gerhana bulan

Kemarin setelah fenomena Super Blue Blood Moon ini jadi inget beberapa mitos atau cerita rakyat Bali soal Gerhana Bulan yang konon katanya seorang Dewi Ratih (Bulan) yang memiliki paras Ayu banget disuka sama seorang rakasasa gede dan seram bernama Kala Rau.

Masalahnya sih karena cinta Kala Rau ditolak sama Dewi ratih, kemudian bikin Kala Rau memanas dan mengancam menghancurkan Kerajaan Wisnuloka. Ga bener si Kala Rau, cinta ditolak langsung bertindak. Kerajaan Wisnuloka yang dipimpin oleh Dewa Wisnu sendiri pun  dibikin pusing. Lalu Dewa Wisnu berfikir gimana caranya mengalahkan Kala Rau yang saktinya menyamai para dewa disana.

gerhana bulan
Kayak gini sih ilustrasinya | Sumber gambar: galeri-nasional.or.id

Jalan satu-satunya adalah memberikan tirta keabadian atau Tirta Amerta kepada para dewa biar immortal. Saat memberikan tirta kepada para dewa, ternyata Kala Rau menyamar sebagai Dewa Kuera dan ketahuan sama Dewa Wisnu.

Baca juga:  Jangan Coba-Coba Ke Pura Tanah Lot Sama Pacar!

Langsung aja tanpa basa-basi dipenggal kepalanya Kala Rau dan badannya dibuang ke bumi pertiwi. Saat meminum Tirta Amerta, cuman sampai tenggorokan Kala Rau aja, makanya kelapanya aja yang abadi dan melayang-layang di angkasa.

gerhana bulan
Cuman mitos doang | Sumber gemabar: instagram @two_n1ck

Saat Bulan Purnama, Kala Rau bertemu dengan Dewi Ratih untuk menghadangnya. Dewi Ratih pun gemeteran dengan penampakan kepala Kala Rau yang besar dan menyeramkan. Saat Kala Rau mencoba menelan Dewi Ratih, langit di Bali tiba-tiba menjadi gelap. Tapiitu ga berlangsung lama, karena Dewi Ratih berhasil melewati mulut Kala Rau. Mungkin dikira Kala Rau masih punya badan kali ya :D.

Baca juga:  Wow! Katanya Kucing dan Anjing Punya Indera Keenam, Bener Ngga Sih?

Gerhana Bulan biasanya orang Bali sembahyang dan membunyikan pentungan

gerhana bulan
Awas dimakan

Sampai saat ini itu yang dipercaya sama masyarakat Bali soal fenomena Gerhana Bulan yang terjadi di Bali. Namanya juga cerita rakyat, jadi belum tentu kebenarannya. Soal pas waktu Gerhana terjadi, biasanya orang Bali melakukan persembahyangan dan setelah itu membunyikan pentungan.

Ngapain kayak gitu ya? Berdasarkan news.detik tujuan orang-orang melakukan persembahyangan dan memukul pentungan untuk menjauhkan diri dari sifat-sifat negatif dan meningkatkan kewaspadaan diri saat Gerhana Bulan berlangsung. Mungkin sekarang sudah jarang ditemukan orang-orang yang membunyikan pentungan saat Gerhana terjadi, tapi intinya kamu harus tetap waspada meskipun tidak terjadi Gerhana Bulan.

Comments

comments