BEDO BERBAGI KABAR

218
views

bedo

Jadi kemarin Masbrooo bareng BEDO, Little Tree, dan Kopi Kultur ngundang temen-temen untuk dengerin creative sharing tentang potensi lokal dari Chiang Mai yang diadain di Little Tree. Creative sharing ini berlangsung intim. Secara pembawaan yang asik, dan… gratis makanan dan minuman. :’

Waktu menunjukkan pukul empat sore. Waktu masuk ruang meeting Little Tree. Di sana Masbrooo bertemu temen-temen desainer, mahasiswa, dan kalangan kreatif yang siap kecipratan sharing dari BEDO, dan Kang Ayip. Apa sih BEDO? BEDO adalah badan usaha yang siap melatih kita yang punya wirausaha lokal yang mau bersaing di luar negeri. Yang mau tau lebih lengkap tentang BEDO bisa cek be-do.org

Lanjut ke creative sharing yang Masbrooo tunggu-tunggu nih; Chiang Mai Trip dari Kang Ayip. Mewakili Bali Creative Community, kang Ayip mulai bercerita dengan visual yang menarik, dan penuturan yang santai. Jadi, Chiang Mai ini sudah punya tujuan hidup seperti destinasi kreatif lainnya nih: menjadi destinasi yang memiliki sumber daya alam, dan manusia yang luar biasa untuk membangun kota yang dinamis dan berkelanjutan! Tepuk tangannya mana! Creative itu kayak apa sih? Jadi creative itu ndak cuma semua bentuk kesenian yang bisa dibisnisin. Yak, salah besar! Di Chiang Mai seluruh kultur mereka masih dijaga dan dikemas semodern mungkin. Kebudayaan mereka ini bahkan merambah dunia modern (iya, yang dirambah modernnya) antara lain: dunia kesehatan (aplikasi lontar), IT, hospitality, arsitektur, bahkan wisata sejarah. Semua ini berdasarkan inisiatif loh. Salut deh.

Di sana juga kang Ayip diundang ke sebuah conference yang diadakan di sebuah design centre yang dibuka untuk umum yang secara gratis membagikan sumber-sumber ilmu kreatif. (FYI, di Bali ada loh. Namanya Bali Design Centre. Katanya sih lokasinya di Tohpati). Di sana para kreatif yang dibatasi hanya 50 orang membuat SEAcreativity. Apa itu? Masbrooo lupa nanya. Yang jelas SEAcreativity ini semacam pemikiran yang nantinya akan menjadi keberlanjutan dan akan dibawa ke Hongkong (baca Masbrooo #4 deh).

Sesi terakhir tentang jalan-jalan kang Ayip. Berbekal motor sewaan, beliau get lost in Chiang Mai. Kali ini jalan-jalan ke tempat yang sudah biasa tapi dengan eksplorasi yang luar biasa: pasar tradisional. Jadi pasar tradisional dinaikkan kelasnya, hingga mampu menaikan harga tanah di sana. Pasar yang umurnya 50 tahun itu dikonservasi, trus dibikinin museum pasar di sana, museumnya cuma sebesar kamar tidur biasa. Di sana ada live music jazz, dan tradisional, community outlet, dan lain-lain. Well, gimana? Udah ngeliat pasar tradisional dari perspektif baru belum? Dan terakhir yang bikin Masbrooo teriak “DAMN! IT’S TRUE!” dalam hati adalah: pasar malam di Chiang Mai. Yang menarik? Ekonomi lokal kecil sangat menggeliat di sini. Isinya? Para kreator bermodal kecil membuka lapak dengan kualitas yang wah! Jadi, temen-temen yang punya produk bagus bisa buka lapak! Sekali lagi ah: buka lapak! Ndak perlu ribet mikirin buka toko, dan lain-lain. Keren nok ~ Gimana? Udah sadar belum kalo potensi Bali bisa lebih dari ini?

Akhirnya waktu membatasi sharing kami. Sharing ditutup. Kemudian Masbrooo lanjut fokus menghabiskan jajanan pasar yang disajikan dengan memasukkannya ke tas. An awesome Monday by BEDO, and kang Ayip! Sampai jumpa lagi di sharing berikutnya!

Comments

comments